Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mario Monti calon pengganti Silvio Berlusconi

ROMA: Mantan komisaris Eropa Mario Monti disebut-sebut menjadi calon kuat pengganti Silvio Berlusconi sebagai kepala pemerintahan transisi, guna mengarahkan Italia keluar dari kesengsaraan utang.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 November 2011  |  08:16 WIB

ROMA: Mantan komisaris Eropa Mario Monti disebut-sebut menjadi calon kuat pengganti Silvio Berlusconi sebagai kepala pemerintahan transisi, guna mengarahkan Italia keluar dari kesengsaraan utang.

 

Kelompok oposisi diharapkan tidak akan menjegal rencana Presiden Italia Giorgio Napolitano yang diperkirakan meminta Monti membentuk pemerintah sementara, setelah Berlusconi mengundurkan diri.

 

Napolitano diperkirakan akan mengadakan konsultasi Minggu dengan semua kekuatan politik Italia sebelum melanjutkan dengan pencalonan Monti. Pada Sabtu malam, partai Berlusconi mengatakan akan mendukung Monti, meskipun dengan syarat.

 

Silvio Berlusconi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri Italia Sabtu, setelah majelis rendah parlemen menyetujui tuntutan reformasi, mengakhiri era 17 tahun transisi gerakan politik yang  bertujuan membawa  kembali negara itu selamat dari jurang krisis ekonomi.

 

Napolitano menandatangani undang-undang Sabtu sore yang membuka jalan bagi Berlusconi untuk mundur. Ia memimpin pertemuan kabinet terakhirnya Sabtu malam.

 

Berlusconi (75 tahun) adalah raja media yang menjadi perdana menteri terlama di Italia yang berkuasa sejak 1994. Namun tugasnya sebagai perdana menteri dicemari oleh pengadilan korupsi dan tuduhan bahwa ia menggunakan kekuatan politik untuk membantu kepentingan bisnis.

 

Berlusconi pernah dituduh terlibat dalam skandal seks, dan membayar seorang gadis  berusia 17 tahun , namun tuduhan itu dibantahnya.

 

Italia berada di bawah tekanan untuk cepat menempatkan pemerintahan baru guna mendorong reformasi serta langkah-langkah penghematan untuk menangani utang yang mencapai 1,9 triliun euro atau setara US$2,6 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Associated Press

Editor : Rezza Aji Pratama

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top