Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IUCN: Badak hitam afrika punah!

JENEWA: Badak hitam afrika dinyatakan punah setelah sub-spesies badak tersebut sudah tidak lagi ditemukan di Afrika bagian barat. Dua spesies badak lain pun hampir  punah.   
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 November 2011  |  14:46 WIB

JENEWA: Badak hitam afrika dinyatakan punah setelah sub-spesies badak tersebut sudah tidak lagi ditemukan di Afrika bagian barat. Dua spesies badak lain pun hampir  punah.   

Organisasi konservasi terbesar di dunia, The International Union for Conservation of Nature (IUCN) dikutip Bloomberg, melaporkan dari hasil survei terakhir badak hitam afrika yang hidup di kawasan barat sudah tidak lagi tampak. Sementara itu, badak putih di utara Afrika dan badak jawa di  Vietnam hampir dipastikan juga punah setelah pemburu badak diduga membunuh spesies terakhir pada 2010.

Populasi badak jawa yang kecil dan terus menyusut masih bertahan di Ujung Kulon, Indonesia.

"Dukungan politis yang kurang dan tidak adanya keinginan untuk melakukan langkah konservasi mengancam habitat badak. Organisasi kejahatan dengan jejaring internasional memburu hewan-hewan ini untuk perdagangan cula badak ilegal. Itu yang paling mengancam," ungkap IUCN yang merilis data tentang hewan-hewan punah yang dikenal dengan sebutan red list.

IUCN menambahkan seperempat mamalia di dunia ini beresiko punah. Namun, konservasi dapat dilakukan untuk mengamankan populasi mereka.

Badak putih selatan pada abad ke-19 sempat terancam punah dengan populasi tercatat hanya 100 ekor. Namun, dengan konservasi populasi spesies ini telah berkembang menjadi 20.000 ekor. Hal serupa juga terjadi pada spesies kuda przewalski yang Asia yang dapat kembali berkembang dengan program pembiakan.

Saat ini red list IUCN memuat 62.000 spesies tumbuhan dan hewan yang dimonitor secara konstan oleh ahli konservasi. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Aprika R. Hernanda

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top