Menag lepas peserta Bas Belia

 
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 26 September 2011  |  10:16 WIB

 

JAKARTA: Menteri Agama Suryadharma Ali melepas sedikitnya 60 peserta Bas Belia MABIMS 2011, yang akan menempuh perjalanan dari Jakarta-Mataram selama 26 September-6 Oktober.
 
Peserta Bas Belia MABIMS ke-3 berasal dari Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. 
 
Selama perjalanan mereka akan melakukan berbagai kegiatan positif. Di antaranya kunjungan ke sejumlah lembaga pendidikan agama di Indonesia, seperti ke kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur, Bali, dan Lombok.
 
"Berdasarkan hasil sidang MABIMS ke-14 di Brunai Darussalam beberapa waktu lalu, Indonesia dipilih menjadi tuan rumah acara ini," kata Suryadharma hari ini usai melepas para peserta di kantor Kemenag.
 
Bas Belia MABIMS (Menteri Agama Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) merupakan kegiatan bersama yang disepakati oleh kementerian agam empat negara. 
 
Tujuannya untuk mempererat hubungan antarnegara baik di bidang budaya, memelihara perdamaian, dan tukar menukar pengalaman di bidang pendidikan dan kepemimpinan, termasuk pertukaran pemuda.
 
Menag menuturkan kegiatan kali ini adalah pertukaran pemuda. Seluruh peserta melakukan perjalanan dengan bus selama dua minggu, dari Jakarta ke Mataram. Ada tiga jenis kegiatan yang dilakukan delegasi tersebut. Yaitu kunjungan ke sejumlah lembaga pendidikan agama di Indonesia, seperti ke kampus UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Imam Malik Ibrahim Malang, serta ke pondok pesamtren di Jawa Timur, Bali, dan Lombok.
 
Selain itu juga diadakan bakti sosial berupa pemberian sembako kepada 600 korban bencana Gunung Merapi di Yogyakarta, dan untuk 200 keluarga miskin di Lombok. "Baksos juga untuk memperbaiki madrasah yang rusak di Gili Air, serta memperbaiki masjid di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat. 
 
Kegiatan ketiga adalah bersifat rekreatif dalam bentuk kunjungan ke Candi Borobudur, Candi Prambanan, ke daerah wisata di Pulau Bali, dan Pulau Lombok. Mereka juga akan mendapatkan pembinaan tentang leadership dalam bentuk outbond.
 
"Mudah-mudahan mereka setelah pulang ke negara masing-masing nantinua akan bercerita tentang Indonesia yang dilihatnya. Tentang budaya dan keindahan alamnya, serta hal-hal yang positif lainnya mengenai negeri ini," ungkap Suryadharma. (sut)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top