Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sulsel jajaki pasok daging sapi ke Bali

MAKASSAR: Berikut ini adalah ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah, a.l.  Sulsel genjot mutu ikan, Industri di Sulsel belum lirik produk Iptekda LIPI, Sulsel jajaki pasok daging sapi ke Bali, Sulawesi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 26 September 2011  |  09:35 WIB

MAKASSAR: Berikut ini adalah ringkasan berita utama di kawasan timur Indonesia yang dimuat sejumlah surat kabar daerah, a.l.  Sulsel genjot mutu ikan, Industri di Sulsel belum lirik produk Iptekda LIPI, Sulsel jajaki pasok daging sapi ke Bali, Sulawesi Selatan belum garap bisnis rempah, Eksportir diminta perhatikan kualitas produk, REI PRI bukukan transaksi Rp82 miliar, Paris Ujungpandang hadirkan hotel syariah.Sulsel genjot mutu ikan: Balai Besar Karantina Ikan Hasanuddin Makassar mendesak eksportir untuk meningkat kan kualitas ikan ekspor sesuai standar mutu Eropa, Jepang dan Korea Selatan. Kepala Balai Besar Karantina Ikan Hasanuddin Makassar Widodo mengatakan standar atau penjaminan mutu harus ditingkatkan untuk dapat meningkatkan kepercayaan konsumen. “Syarat mutlak yang harus dimiliki oleh eksportir perikanan adalah, sertifikasi sistem keamanan pangan atau hazard analysis critical control point [HACCP],” ujarnya di sela-sela Sosialisasi Peningkatan Mutu Perikanan, pekan lalu. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)Industri di Sulsel belum lirik produk Iptekda LIPI: Kalangan pelaku industri di Provinsi Sulawesi Selatan belum berminat memanfaatkan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi daerah yang dikembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di sejumlah kabupaten/kota. Chairman Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lukman Hakim mengatakan tingginya aktivitas importir di Sulsel menyebabkan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi daerah (Iptekda) tidak diminati kalangan pelaku industri lokal. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)Sulsel jajaki pasok daging sapi ke Bali: Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Selatan menjajaki pengiriman 8 ton daging sapi per bulan ke Provinsi Bali. Kepala Dinas Peternakan Sulsel Murtala Ali mengatakan dalam waktu dekat Pemprov Sulsel, dan Pemprov Bali akan menjajaki kerjasama pengiriman daging sapi. “Menurut rencana, penandatanganan MoU akan dilakukan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Provinsi Sulawesi Selatan ke-342 pada 19 Oktober mendatang,” ujar Murtala, baru-baru ini. Sementara ini, Dinas Peternakan Sulsel sedang mempertimbangkan pemilihan transportasi yang akan mengangkut daging sapi dari Makassar, Sulsel ke pulau Bali. Adapun penjajakan tersebut melibatkan kerjasama dengan PT Buli yaitu perusahaan yang selama ini fokus dalam melakukan pembesaran, dan pembibitan ternak sapi. (Sumber: Bisnis Indonesia Regional Timur)Sulawesi Selatan belum garap bisnis rempah: Tingginya kebutuhan ekspor rempah belum didukung oleh pengembangan lahan perkebunan rempah di Sulawesi Selatan. “Setiap tahun peningkatan kebutuhan rempah di dunia sebesar 9%,” kata Kepala Seksi Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Selatan Winarti, Sabtu lalu. Peningkatan kebutuhan ekspor rempah, kata Winarti, disebabkan oleh bertambahnya konsumsi rempah di Negara konsumen, terutama Uni Eropa, Iceland, dan Amerika. Beberapa jenis rempah yang memiliki prospek ekspor menjanjikan, kata dia, adalah cengkeh, pala, kemiri dan lada. (Sumber: Tempo Makassar)Eksportir diminta perhatikan kualitas produk: Balai Besar Karantina Ikan Hasanuddin Makassar mengimbau para eksportir untuk memperbaiki kualitas barang ekspor. Hal ini perlu dilakukan berkaitan dengan adanya peningkatan standar mutu yang ditetapkan oleh Negara konsumen, terutama Negara-negara Eropa, Jepang, dan Korea. “Penjaminan mutu barang harus dilakukan untuk menjaga kepercayaan konsumen,” kata Kepala Balai Besar Karantina Ikan Hasanuddin Makassar Widodo dalam acara Sosialisasi Peningkatan Mutu Perikanan di Hotel Grand Clarion Palace, Sabtu lalu. Widodo menjelaskan, syarat para eksportir perikanan adalah sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). “Sebelumnya sertifikat yang diwajibkan hanya Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP),” ujarnya. Kewajiban  memiliki sertifikat HACCP ditetapkan menyusul adanya beberapa kejadian penolakan barang oleh Negara konsumen, di antaranya Negara Uni Eropa, yang pernah menolak ikan tuna dari Indonesia karena mengandung bakteri salmonela dan merkuri. “Di antara beberapa kasus penolakan, Sulawesi Selatan pada 2010 pernah ditolak dua kali,” Widodo menceritakan. (Sumber: Tempo Makassar)REI PRI bukukan transaksi Rp82 miliar: Sembilan hari (17-25 September 2011) REI Panin Rumah Idaman di Mal Ratu Indah (MaRi) membukukan transaksi Rp 82 miliar. Nilai tersebut menunjukkan bisnis properti di Sulsel, terutama Makassar, sedang menanjak. Ketua DPD REI Sulsel terpilih, Raymond Arfandy, saat menutup REI Panin Rumah Idaman, mengatakan, nilai transaksi selama 9 hari pameran menunjukkan bahwa sector property memberikan sumbangan besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dia memperkirakan booming property, terutama di Sulsel akan bertahan beberapa tahun ke depan karena backlog perumahan masih sangat besar. (Sumber: Fajar)Paris UjungPandang hadirkan hotel syariah: Potensi bisnis perhotelan di Makassar masih sangat besar, terutama yang berkonsep syarriah. Karena itu, PT Paris Ujungpandang Raya, konsorsium 10 pengusaha, segera menghadirkan hotel syariah di Makassar. “Nilai investasinya kami perkirakan Rp 38 miliar. Akhir tahun ini, konstruksinya berjalan karena pematangan lahannya sudah hamper rampung,” jelas Komisaris Utama PT Paris Ujungpandang Raya, Rachmat Endong Patompo, kemarin. Dia menjelaskan, sebelum membangun hotel, pihaknya terlebih dahulu melakukan survei dan hasilnya sangat potensial. (Sumber: Fajar)(mmh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top