Pemerintah buyback SUN Rp3,12 triliun

 
Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 23 September 2011  |  14:16 WIB

 

JAKARTA: Total nilai  buyback (pembelian kembali) SUN yang telah direalisasikan pemerintah dalam periode 14-22 September mencapai Rp3,12 triliun atau melampaui rencana buyback SUN tahun ini Rp3,07 triliun. 
 
Seperti diketahui, pemerintah kemarin melakukan buyback atas 2 seri surat utang negara (SUN) senilai Rp363 miliar untuk pengelolaan portofolio SUN.
 
Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis DJPU, hari ini, buyback dua seri SUN kemarin dilakukan secara langsung di pasar sekunder dengan menggunakan fasilitas dealing room Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu. 
 
"Dua seri SUN itu adalah FR0027 yang jatuh tempo 15 Juni 2015 sebanyak 37.000 unit senilai Rp37 miliar dan FR0030 yang jatuh tempo 15 Mei 2016 sebanyak 326.000 unit senilai Rp326 miliar," tulis pernyataan resmi itu.
 
Transaksi buyback tersebut merupakan yang kelima kalinya selama dua pekan terakhir. Sepanjang pekan lalu, pemerintah telah melakukan buyback tiga seri SUN sebesar Rp676 miliar di pasar sekunder guna menjaga stabilitas pasar SUN di tengah kondisi ketidakpastian di Amerika Serikat dan Eropa. 
 
Kemudian, pada Rabu pekan lalu pemerintah kembali melakukan buyback atas 8 seri SUN senilai Rp2,08 triliun untuk stabilisasi pasar SUN di tengah pelarian modal asing di obligasi negara tersebut.
 
Dengan demikian, total nilai  buyback SUN yang telah direalisasikan pemerintah dalam periode 14-22 September mencapai Rp3,12 triliun.
 
Terkait kebijakan buyback ini, pemerintah memiliki beberapa sumber pendanaan a.l. SAL APBNP 2011 dan Bond Stabilization Fund dari perusahaan pelat merah.
 
Dalam dua pekan terakhir, investor asing tercatat terus mengurangi porsi kepemilikannya di surat utang negara (SUN) yang tercermin dari penurunan porsi kepemilikan asing di surat berharga negara yang dapat diperdagangkan. 
 
Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu per 21 September, jumlah dana asing yang keluar dari SUN tercatat cukup besar yaitu Rp18,42 triliun menjadi Rp232,81 triliun dibandingkan dengan posisi 9 September sebesar Rp251,53 triliun. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top