Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IPO Garuda Maintenance Facility batal tahun ini

JAKARTA: PT Garuda Indonesia (Persero) belum akan melepas saham perdana (initial public offering/lPO) anak usahanya, Garuda Maintenance Facility (GMF) Aeroasia pada tahun ini.
Anne Rufaidah
Anne Rufaidah - Bisnis.com 31 Januari 2011  |  10:56 WIB

JAKARTA: PT Garuda Indonesia (Persero) belum akan melepas saham perdana (initial public offering/lPO) anak usahanya, Garuda Maintenance Facility (GMF) Aeroasia pada tahun ini.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan mengakui rencana IPO GMF diundur dari jadwal semula pada tahun ini dan menjadi rencana jangka panjang perseroan.

"Perubahan jadwal itu karena perseroan ingin fokus dulu dalam IPO induk usahanya seiring dengan memperkuat bisnis anak usahanya itu," ujarnya hari ini.

Namun, Elisa menegaskan IPO GMF tetap menjadi rencana perseroan melihat besarnya potensi yang ada. Sebenarnya GMF ready to IPO, tapi kalau mau IPO revenue harus 50% datang dari luar induk. Saat ini revenue GMF masih 70% dari Garuda."

Meskipun IPO ditunda, Garuda juga berencana menyeleksi strategic partner untuk membangun kerja sama dalam hal pembuatan pusat penyediaan mesin (engine shop) selain bisnis infrastruktur pemeliharaan pesawat akan dipenuhi dari GMF.

Itu dalam rangka pertumbuhan Garuda. Kalau infrastrukturnya sudah sama GMF. Sekarang kami sedang terus mencari strategic partner untuk engine shop, ini semua lagi berjalan, jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan perseroan memprioritaskan aliran dana investasi ke GMF dibandingkan dengan anak usaha lainnya dalam rangka memperkuat kinerja perseroan agar siap dilepas ke bursa (go public).

Dia juga mengatakan akan menyiapkan semua anak usahanya menjadi perusahaan terbuka dan akan dilakukan jika waktunya telah tepat. Adapun anak perusahaan dan perusaan terafiliasi Garuda Indonesia adalah Aerowisata, GMF AeroAsia, Aero Systems, Abacus, dan Gapura Angkasa. Dalam 5 tahun, lanjutnya, kebutuhan investasi Garuda dan anak usahanya mencapai US$1,2 miliar, yang akan dipenuhi dari arus kas (cash flow) maupun dari sales and lease back (SLB). (fh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top