Kota Surabaya belum miliki APBD 2011

SURABAYA: Berikut berbagai berita yang menjadi sorotan sejumlah media di Jawa Timur, antara lain APBD Kota Surabaya yang belum disahkan dan terbakarnya gedung Multimedia Entertainment Xenter (MEX) milik Maspion Group.APBD 2011 TERGANJAL: Hingga tahun
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 31 Desember 2010  |  01:33 WIB

SURABAYA: Berikut berbagai berita yang menjadi sorotan sejumlah media di Jawa Timur, antara lain APBD Kota Surabaya yang belum disahkan dan terbakarnya gedung Multimedia Entertainment Xenter (MEX) milik Maspion Group.APBD 2011 TERGANJAL: Hingga tahun 2010 berakhir, Surabaya belum memiliki APBD 2011. DPRD Surabaya menyalahkan Pemerintah Kota Surabaya yang dinilai tidak cakap dalam menyiapkan rancangan APBD. Ketua DPRD Surabaya Whisnu Wardhana mengatakan Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) baru dikirim pada Kamis (30/12) sekitar pukul 17.00. Karena itu, tahun ini dipastikan berlalu tanpa pengesahan APBD 2011. (KOMPAS Jatim)TOLAK JUAL TANAH: Sejumlah warga menyatakan menolak menjual tanah dan rumah mereka kepada investor yang akan membangun tol tengah Kota Surabaya. Mereka tidak tertarik pindah dari tempat tinggal sekarang. Ketua RW 8 Kelurahan Sidotopo Wetan Abdurrahman mengemukakan memang belum ada kepastian wilayahnya akan dilewati proyek tol atau tidak. Warga tidak ingin putus hubungan dengan lingkungan tempat tinggal selama ini gara-gara harus pindah. Mereka juga tidak yakin akan mendapat ganti rugi yang memadai untuk pindah ke tempat lain di dalam Kota Surabaya. (KOMPAS Jatim)MEX TERBAKAR: Gedung Multi Entertainment Xenter (Mex) di Jalan Pregolan 1-5 Surabaya terbakar Kamis (30/12). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Semua karyawan dan tamu yang menginap berhasil dievakuasi ke luar gedung. Kapolsek Tegalsari AKP Mustofa mengatakan, pihaknya juga belum bisa memastikan asal titik api karena harus menunggu tim pemadam kebakaran dan memastikan api benar-benar padam. (bisnis-jatim.com)KAJI COST RECOVERY: BP Migas hingga kini belum memprediksi efek dari penetapan peraturan pemerintah (PP) tentang biaya produksi migas yang bisa ditagihkan kepada negara (cost recovery) terhadap prospek investasi di sektor migas. Kepala BP Migas perwakilan Jawa Timur, Papua dan Maluku (Japalu), Budi Arman, mengatakan hingga kini BP Migas pusat belum mengadakan kajian terhadap PP yang baru ditetapkan pada 27 Desember kemarin tersebut. Menurut dia, hasil kajian analisis legal study terhadap aturan itu kemungkinan baru akan diketahui pada awal 2011 mendatang oleh pihak BP Migas di perwakilan daerah. "Jika nanti sudah keluar hasilnya, akan kami informasikan ke media," ujarnya. (bisnis-jatim.com)TUTUP JALUR: Kepolisian Resor Gresik berencana menutup akses menuju Kota Surabaya pada malam tahun baru 2011 untuk mengantisipasi konvoi kendaraan bermotor. Tiga titik jalan ditutup diantaranya akses melalui Benowo, Legundi dan Romokalisari. Kasatlantas Gresik, Ajun Komisaris Polisi Satria Permana mengatakan akan memecah konvoi untuk dikembalikan ke Gresik. (Jawa Pos) (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top