Kepala BKKBN akan tindak tegas karyawan korupsi

JAKARTA: Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief akan melaporkan sendiri anak buahnya ke KPK bila ketahuan melakukan gratifikasi dan memakai anggaran negara (DIPA) tak sesuai dengan kebutuhan."Saya akan bertindak
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 30 Desember 2010  |  04:36 WIB

JAKARTA: Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief akan melaporkan sendiri anak buahnya ke KPK bila ketahuan melakukan gratifikasi dan memakai anggaran negara (DIPA) tak sesuai dengan kebutuhan."Saya akan bertindak tegas. Dan akan melaporkannya sendiri bila ada karyawan BKKBN yang melakukan tindakan tidak benar seperti itu," kata Sugiri usai menyerahkan daftar isian proyek anggaran (DIPA) kepada pengguna anggaran BKKBN, hari ini di Jakarta.Dia mengingatkan kepada jajarannya bila terbukti melakukan gratifikasi atau korupsi akan terkena ancaman hukuman 5-20 tahun. "Jadi berhati-hatilah jadi PNS. Makan siang dengan rekanan saja, bisa termasuk gratifikasi," ucap Sugiri yang juga mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.Sugiri juga menjelaskan bahwa tantangan BKKBN tahun depan cukup besar, karena berdasarkan sensus kependudukan 2010 dari BPS, jumlah penduduk melebihi dari target yang dipatok pemerintah. "Kita harus lebih bekerja keras dan kreatif serta inovatif untuk mengatasi lonjakan penduduk ini," ujarnya.Untuk itu, katanya, salah satu upaya meningkatkan pelayanan KB kepada masyarakat adalah dengan melatih para petugas kesehatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat seperti bidan dan dokter. Selama 2011 BKKBN akan melatih sekitar 35.000 orang. "Ini merupakan kerja besar. Tidak mudah melatih orang sebanyak itu tentang program KB," ungkapnya.Dia menyebutkan anggaran BKKBN tahun depan mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Pada 2010 jumlah anggaran sebesar Rp1,6 triliun termasuk DAK. Untuk 2011 nilainya mencapai Rp2,4 triliun belum termasuk DAK. "Mohon penggunaan anggaran ini dilakukan dengan sebaik-baiknya, transparansi, dan sesuai dengan kebutuhan," tambahnya. (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top