Jamsostek incar investasi ke perbankan

JAKARTA: PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) memasukkan rencana penyertaan modal di bank dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) 2011.
Teguh Purwanto | 29 Desember 2010 08:29 WIB

JAKARTA: PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) memasukkan rencana penyertaan modal di bank dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan (RKAP) 2011.

Direktur Keuangan Jamsostek Elvin Masassya mengatakan ada beberapa jenis investasi yang akan dilakukan salah satunya adalah penyertaan modal ke perbankan. Namun, ketika ditanya apakah penyertaan modal itu kepada PT Bank Bukopin Tbk, Elvin enggan berkomentar.

Pokoknya kami akan ada penyertaan modal ke bank pada tahun depan. Itu salah satu jenis investasi yang akan kita lakukan pada 2011, ujarnya hari ini.

Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga menambahkan dengan adanya investasi tersebut serta rencana efisiensi, dia berharap dapat meningkatkan perolehan laba bersih hingga akhir tahun depan sebesar Rp1,7 triliun, atau naik 22,3% dari proyeksi laba pada akhir tahun ini sebesar Rp1,39 triliun.

Laba akhir tahun depan kami harap bisa sampai Rp1,7 triliun. Kalau akhir 2010 ini, prognosa kami bisa sampai Rp1,39 triliun. itu dari investasi dan efisiensi biaya, ungkapnya.

Terkait kelanjutan rencana Jamsostek membeli saham Bukopin, Hotbonar juga enggan berkomentar banyak. Dia mengatakan proses kajian masih terus berlangsung.

Sebelumnya, dia menjelaskan perseroan diimbau oleh Kementerian BUMN untuk mengkaji kembali laporan keuangan teraudit (audited report) Bank Bukopin Desember 2010 untuk memutuskan rencana mengambil alih saham bank tersebut.

Sebenarnya kalau ditanya tentang ini, jawaban kami masih sama seperti dulu. Tapi kami disuruh mengkaji ulang rencana itu, kami akan mengkaji laporan keuangan paling akhir yakni audit report Desember 2010. Kalau pertama kan kami melihat dari laporan Maret 2010.

Berdasarkan catatan Bisnis, Jamsostek berencana mengambil alih sebanyak 30% saham Bank Bukopin. Namun, karena ada keinginan serupa dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang juga ingin mengambil alih saham Bukopin bahkan dalam jumlah yang lebih besar yakni minimal 51% saham, Menteri BUMN Mustafa Abubakar akhirnya mempertemukan pihak-pihak terkait dan memberikan waktu hingga Februari 2010 atau Maret 2010 untuk mengkajinya kembali. (05)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top