Lima Proyek diutamakan tahun depan

JAKARTA: Sedikitnya lima proyek besar akan diprioritaskan dalam program kegiatan anggaran Ditjen Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum tahun 2011.
Linda Tangdialla
Linda Tangdialla - Bisnis.com 17 Desember 2010  |  09:30 WIB

JAKARTA: Sedikitnya lima proyek besar akan diprioritaskan dalam program kegiatan anggaran Ditjen Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum tahun 2011.

Kelima proyek itu yakni penyelesaian akses Tanjung Priok, pembangunan underpass Dewa Ruci Denpasar Bali, pembangunan jembatan layang di Kalimantan, penyelesaian ruas jalan di Sulawesi dan kelanjutan proyek jalan Cileungsi, Sumedang, dan Dawuan (Cisumdawu).Dirjen Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan kelima proyek itu akan dilaksanakan mulai tahun depan sehingga diharapkan bisa segera difungsionalkan mulai 2012 untuk beberapa proyek yang diprioritaskan.Dia mengatakan prioritas dilakukan karena proyek tersebut mendesak dilaksanakan karena tingginya kebutuhan masyarakat atas ketersediaan fasilitas itu. Misalnya saja untuk pembangunan underpass Dewaruci Bali dimana saat ini dikawasan itu tingkat kemacetannya sudah sangat tinggi sehingga dengan adanya fasilitas underpass diharapkan dapat mengurai kemacetan tersebut."Dana di Bina Marga sendiri untuk tahun depan sekitar Rp28 triliun, dan sebagian besar akan digunakan untuk preservasi jalan sekitar Rp8triliun, dan untuk kelanjutan lima proyek ini yang detail kebutuhan anggarannya akan kami sampaikan akhir tahun ini," ujar Djoko.Selain pembangunan lima proyek tersebut, katanya, pemerintah juga akan menambah kapasitas ruas jalan kategori mantap dari sebesar 87,5% dari total 38.500km ruas jalan yang ada, menjadi 88,5% dari 38.500 km tahun depan.Dia menjelaskan anggaran terbesar di Bina Marga setiap tahunnya dialokasikan untuk pemeliharaan jalan, karenanya sistem pemeliharaan jalan dilakukan secara berkala. Berdasarkan perhitungan mereka, untuk menjadikan seluruh jalan nasional berkategori mantap setidaknya diperlukan dana sebesar Rp32 triliun.Sementara itu, Direktur Bina Pelaksana Wilayah I, Ditjen Bina Marga Winarno mengatakan dengan dibangunnya underpass Simpang Dewa Ruci akan meminimalisasi kepadatan serta kesemrawutan lalu lintas di kawasan Segitiga Emas (Golden Triangle) Sanur-Kuta-Nusa Dua. Selain itu, underpass tersebut diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas jelang pertemuan ASEAN Summit, pertemuan ke-21 Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) dan rencana menjadi tuan rumah penyelenggaraan Miss World.Namun, sebelum dilakukan pembangunan mega proyek tersebut akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat dan kajian, baik secara teknis dengan mempertimbangkan kelestarian adat, tradisi serta budaya Bali, dan faktor tata ruang dan dampak terhadap lingkungan atas pembangunan mega proyek ini.Adapun dana yang dibutuhkan untuk pembangunan underpass Simpang Dewa Ruci mencapai Rp 200 miliar. Jumlah tersebut digunakan untuk pengadaan tanah pada TA 2010 serta pengadaan tahan dan pembangunan pada TA 2011.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top