Bulog gandeng Pakistan penuhi stok beras

CISARUA: Perum Bulog akan menggandeng Pakistan dalam kerja sama penyediaan stok beras untuk kebutuhan impor Indonesia jika sewaktu-waktu diperlukan dengan potensi volume stok mencapai 1 juta ton.
News Editor | 05 Desember 2010 08:16 WIB

CISARUA: Perum Bulog akan menggandeng Pakistan dalam kerja sama penyediaan stok beras untuk kebutuhan impor Indonesia jika sewaktu-waktu diperlukan dengan potensi volume stok mencapai 1 juta ton.

Kerja sama itu akan dituangkan dalam bentuk nota kesepakatan (MoU) seperti halnya bentuk model kerjasama di bidang perberasan dengan Vietnam dan Thailand yang sudah ada terlebih dahulu.Direktur Utama Perum Bulog Soetarto Alimoeso mengatakan Pakistan melalui Duta Besarnya telah menawarkan kerjasama tersebut kepada Perum Bulog menyusul surplus beras di negaranya kurang lebih sebesar 1 juta ton.Pakistan, kata Sutarto, justru yang menawarkan model kerjasama MoU seperti Vietnam dan Thailand, sehingga pada saat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, stok beras dari Pakistan dapat digunakan.Direncanakan begitu [dituangkan dalam MoU]. Jadi supaya kalau sewaktu-waktu kita perlu, tinggal menggunakan MoU saja. Katanya Pakistan punya beras yang bisa diekspor artinya dia punya cadangan sehingga ditawarkan ke Indonesia. Kalau Indonesia mau, dia siap memberikan, jelas Sutarto kepada wartawan di sela-sela Media Gathering dengan tema Kebijakan Perberasan dan Antisipasi Perubahan Iklim Tahun 2011, Sabtu.Menurut Sutarto, Pakistan sebetulnya mengalami kehilangan produksi yang cukup signifikan hingga 2 juta ton. Kendati demikian, hingga saat ini posisi berasnya masih memiliki surplus cadangan hingga kurang lebih 1 juta ton.Dia melanjutkan melalui kerja sama sebagaimana yang sudah ada dengan Vietnam dan Thailand tersebut, peluang Indonesia mendapatkan sumber alternatif pasokan beras impor semakin banyak.Di sisi lain, kesediaan Pakistan menjadi pemasok beras impor jika sewaktu-waktu diperlukan dinilai cukup positif terutama untuk menghindari permainan harga oleh pedagang.Soalnya kalau melalui trader, nanti sama seperti gula. Gula itu karena trader. Ditutup dulu untuk trading, tetapi begitu pakai MoU, saya yakin sudah gak ada, ungkapnya.Menurut rencana, kata Sutarto, MoU tersebut diupayakan akan segera terealisasikan. Menteri Perdagangan, lanjut dia, juga akan berkunjung ke Pakistan pada pertengahan bulan ini. Saya mengusulkan isu itu sebagai salah satu tema yang akan dibahas.Akan dikajiPada kesempatan yang sama, Menneg BUMN Mustafa Abubakar menyatakan sikap positifnya terhadap tawaran Pakistan itu. Dia mempersilakan Bulog untuk melakukan kerja sama dengan Pakistan jika dirasakan stok Bulog masih belum cukup.Kami memberi kesempatan Bulog merintis ke Pakistan. Saya kira model yang akan dikembangkan seperti Vietnam dan Thailand. Sementara ini, G to G kita dengan Vietnam dan Thailand, tapi akan menambah lagi G to G dengan Pakistan, tuturnya.Kendati demikian, kata Mustafa, rencana tersebut akan dikaji terlebih dahulu termasuk melihat kualitas beras yang akan diimpor dan besaran volume stok yang disiapkan Pakistan. (ln)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top