Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Anies Sebut Bansos Bukan Solusi Entaskan Kemiskinan

Calon presiden (capres) Anies Baswedan menilai bantuan sosial (bansos) bukan solusi untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia.
Calon presiden Anies Baswedan memberikan paparan saat mendaftarkan diri sebagai calon presiden dan wakil prrsiden di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (19/10/2023). Pasangan Anies-Muhaimin atau AMIN resmi mendaftarkan diri sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilihan Umum tahun 2024. Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Calon presiden Anies Baswedan memberikan paparan saat mendaftarkan diri sebagai calon presiden dan wakil prrsiden di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (19/10/2023). Pasangan Anies-Muhaimin atau AMIN resmi mendaftarkan diri sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilihan Umum tahun 2024. Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Calon presiden (capres) Anies Baswedan menilai bantuan sosial (bansos) bukan solusi untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, kemiskinan perlu diselesaikan dengan mekanisme pasar. 

“Kami memandang ke depan, menyelesaikan persoalan kemiskinan ini justru harus menggunakan market mechanism,” kata Anies dalam Dialog Apindo Capres 2024, Senin (11/12/2023).

Para petani di desa misalnya. Menurutnya, tata niaga pertanian saat ini tidak sehat sehingga pendapatan para petani tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Alih-alih memperbaiki tata niaganya, pemerintah justru membantu dengan menggelontorkan bansos. Padahal, menurut Anies, perbaikan tata niaga pertanian diperlukan agar pendapatan para petani meningkat dan bansos yang selama ini digelontorkan sebagai bantal pengaman dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.

“Bayangkan kalau tata niaga pertanian kita bereskan, maka petani tidak perlu menerima bansos karena pendapatan dia sudah cukup untuk hidup,” jelasnya. 

Jika pendapatan meningkat, lanjut Anies, maka para pengusaha tak lagi dibebankan melalui pajak, melainkan dituntut untuk lebih banyak menciptakan lapangan kerja. Dengan begitu, banyak tenaga kerja yang terserap dan kesejahteraan di Indonesia meningkat. 

“Kami berpandangan, dengan menciptakan, membesarkan, dan memasukan mereka ke pasar, dalam mekanisme pasar, maka distribusi akan menghasilkan kemakmuran,” pungkasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper