Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

China Jadi Juru Damai, Indonesia Perlu Jalin Hubungan Konstruktif

Peran China dalam menyelesaikan konflik Iran dan Arab Saudi merupakan sinyal kuat posisi strategis negeri tersebut ke depan.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China  Xi Jinping pada bulan Februari. Bloomberg/Getty Images
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping pada bulan Februari. Bloomberg/Getty Images

Bisnis.com, JAKARTA- Peran baru China sebagai juru damai mendorong Indonesia untuk terus menjalin hubungan secara konstruktif dengan negara itu.

Peneliti PARA Syndicate Virdika Rizky Utama mengatakan keberhasilan China dalam menyelesaikan konflik Iran dan Arab Saudi menunjukkan bahwa negara tersebut dapat meningkatkan dan memainkan peran kunci dalam menentukan beberapa masalah paling kompleks di dunia.

Perjanjian yang ditengahi oleh China, tuturnya, menghasilkan gencatan senjata sekaligus menjadi contoh perdamaian dicapai melalui insentif nyata. 

“Keberhasilan diplomatik China menyelesaikan konflik itu dan menengahi pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina menandai bahwa China telah menjadi pendamai baru di kancah internasional,” ujarnya, Kamis (23/3/2023).

Dia melanjutkan, keberhasilan upaya perdamaian merupakan cerminan dari pengaruh diplomatik dan soft power China yang tumbuh, saat AS menarik diri dari Timur Tengah dan kawasan lain. Tren ini kemungkinan akan berlanjut, dengan China memainkan peran yang lebih aktif dalam menyelesaikan konflik dan mempromosikan perdamaian di seluruh dunia.

Peran China sebagai pembawa perdamaian baru dalam politik global berimplikasi pada Indonesia, negara yang memiliki ikatan ekonomi yang erat dengan China dan memiliki andil dalam perdamaian dan stabilitas kawasan.

Dengan melihat perkembangan ini, menurutnya Indonesia mau tidak mau mesti menjalin hubungan yang kian konstruktif dengan China. Pasalnya, perekonomian Tanah Air sangat bergantung pada perdagangan dengan negara itu yang merupakan mitra dagang terbesar bagi Indonesia. Karena itu, setiap gangguan hubungan China dengan negara lain, khususnya di kawasan, dapat berdampak negatif terhadap perekonomian Indonesia. 

“Indonesia berkepentingan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional, yang dapat disumbangkan oleh upaya perdamaian China,” terangnya.  

Selain itu, sebagai anggota Asean, menurut Virdika,  Indonesia berperan penting dalam mendorong kerja sama dan dialog kawasan. Pengaruh diplomatik dan soft power China yang berkembang dapat menghadirkan peluang dan tantangan bagi Indonesia.

Di satu sisi, keterlibatan China dalam urusan regional dapat mendorong kerja sama dan stabilitas yang lebih besar. Namun, di sisi lain, ketegasan China dalam sengketa wilayah di Laut China Selatan menimbulkan kekhawatiran di antara negara-negara Asean, termasuk Indonesia.

 Karena itu, simpul Virdika, Indonesia perlu terlibat secara konstruktif dengan China, mempromosikan dialog dan kerja sama sambil mempertahankan kepentingannya dan kepentingan kawasan. Ke depan, peran China dalam politik global terus berkembang, Indonesia perlu mengarahkan perubahan ini dengan cara yang mempromosikan kepentingannya dan berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas kawasan.

 

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper