Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kronologi Silicon Valley Bank (SVB) Bangkrut dan Disegel OJK AS

Silicon Valley Bank (SVB) ditutup oleh otoritas berwenang California, Amerika Serikat (AS) Jumat (10/3/2023), waktu setempat, setelah dinyatakan bangkrut.
Silicon Valley Bank (SVB) ditutup oleh otoritas berwenang California, Amerika Serikat (AS) Jumat (10/3/2023), waktu setempat, setelah dinyatakan bangkrut.
Silicon Valley Bank (SVB) ditutup oleh otoritas berwenang California, Amerika Serikat (AS) Jumat (10/3/2023), waktu setempat, setelah dinyatakan bangkrut.

Bisnis.com, JAKARTA - Silicon Valley Bank (SVB) ditutup oleh otoritas berwenang California, Amerika Serikat (AS) Jumat (10/3/2023), waktu setempat. Keputusan ini dilakukan setelah saham bank ini anjlok 66 persen pada perdagangan permarket. 

Silicon Valley Bank adalah bank pertama yang diasuransikan oleh Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) yang mengalami kegagalan dalam lebih dari dua tahun, yang terakhir adalah Almena State Bank pada Oktober 2020.

Dilansir dari Reuters pada Minggu (12/3/2023), Bank terbesar di Silicon Valley ini telah mengalami krisis modal dan gagal mendapatkan tambahan dana dalam 48 jam.

Silicon Valley Bank memiliki total aset sekitar US$209 miliar atau sekitar Rp3.197,7 triliun (estimasi kurs Rp15.300 per dolar AS)
dan total deposito sekitar US$175,4 miliar atau Rp2.683,62 triliun, terhitung per 31 Desember 2022.

Kantor pusat dan semua cabang Silicon Valley Bank akan dibuka kembali pada 13 Maret 2023 dan semua deposan yang diasuransikan akan memiliki akses penuh ke simpanan yang diasuransikan selambat-lambatnya pada Senin pagi.

Pihak FDIC menjelaskan pemberi pinjaman yang berfokus pada startup ini memiliki 17 cabang di California dan Massachusetts.

Drama goncangnya SVB sudah dimulai sejak Rabu pekan ini, ketika banyak terbesar tersebut mengumumkan telah mengalami kerugian besar dalam penjualan sekuritas. 

Untuk selamat dari kebangkrutan SVB berencana menjual saham baru senilai US$2,25 miliar. Namun, hal ini lantas memicu kekhawatiran di antara perusahaan modal ventura utama, yang sebelumnya dilaporkan menyarankan perusahaan untuk menarik seluruh uang mereka dari bank. 

Chief Executive Officer (CEO) Better Markets Dennis M. Kelleher mengatakan kondisi SVB menurun begitu cepat sehingga tidak akan bertahan lebih lagi bahkan tidak juga lebih dari 5 jam.

"Penurunan ini disebabkan para deposan menarik uang mereka secara tiba-tiba dan cepat sehingga bank bangkrut dan penurunan interday tidak dapat dihindari akibat penarikan besar-besaran itu," tuturnya dikutip dari CNN.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen memanggil beberapa regulator sektor keuangan bersama pada hari Jumat untuk membahas situasi tersebut, mengingatkan mereka bahwa dia memiliki "kepercayaan penuh" pada kemampuan SVB untuk mengambil tindakan yang tepat dan bahwa sektor perbankan tetap "tangguh".


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Sumber : Reuters, CNN
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper