Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Anwar Ibrahim Hindari Politik Transaksional, Tegaskan Kabinet Lebih Ramping

PM Malaysia, Anwar Ibrahim menegaskan bahwa kabinetnya akan lebih kecil dari pemerintahan sebelumnya.
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 28 November 2022  |  09:18 WIB
Anwar Ibrahim Hindari Politik Transaksional, Tegaskan Kabinet Lebih Ramping
Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia, menyapa para pendukungnya saat konferensi pers di Cheras, Selangor, Malaysia, Kamis (24/11/2022). - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim yang baru terpilih menegaskan bahwa kabinetnya akan dirampingkan atau lebih kecil dari pemerintahan sebelumnya.

Pada Minggu (27/11/2022), Anwar mengatakan bahwa dirinya akan meniadakan penunjukan menteri kabinet sebagai bentuk penghargaan.

“Saya ingin mereka mendukung saya berdasarkan kebijakan saya dan komitmen saya terhadap pemerintahan yang baik, komitmen saya terhadap gerakan antikorupsi, dan untuk menyadarkan ekonomi," kata Anwar.

Saat konferensi pers setelah memimpin Dewan Aksi Nasional 2022, Anwar menegaskan bahwa penunjukkan politik tidak boleh dilihat sebagai penghargaan.

“Tentu saja, kami dapat mempertimbangkan satu atau dua kasus di mana itu benar-benar diperlukan, tetapi itu tidak boleh dilihat sebagai penghargaan kepada para master politik agar mereka mendukung Anda,” katanya, seperti dilansir dari CNA, Senin (28/11/2022).

Terkait jadwal susunan Kabinet akan diumumkan, Anwar mengatakan akan mengumumkannya dalam beberapa hari ke depan karena dia sedang berdiskusi dengan anggota koalisi.

Anwar menegaskan sedang berdiskusi dengan empat partai utama di Pakatan Harapan, yaitu Partai Keadilan Rakyat (PKR), Partai Aksi Demokrat (DAP), Partai Amanah Negara (AMANAH) dan Organisasi Kinabalu Progresif Bersatu (UPKO).

“Saya melakukan pertemuan yang sangat baik dengan Perdana Menteri Sarawak Tan Sri Abang Johari Tun Openg (ketua Gabungan Parti Sarawak) kemarin," lanjutnya.

Lebih lanjut, Anwar menyatakan bahwa dirinya harus berbicara dengan perwakilan Barisan Nasional (BN) yang akan memberikan rekomendasi.

“Kemudian saya harus berbicara dengan perwakilan Barisan Nasional, mereka memiliki komite kerja juga untuk memberikan beberapa rekomendasi,” katanya.

Anwar Ibrahim juga menambahkan bahwa dirinya telah bertemu Ketua Menteri Sabah dan ketua Gabungan Rakyat Sabah (GRS) Hajiji Noor pada kemarin malam.

Pada Jumat (25/11/2022), di hari pertamanya menjabat sebagai PM Malaysia, Anwar Ibrahim telah mengatakan sebelumnya bahwa ukuran Kabinet akan dikurangi dan dia juga sedang mencari persetujuan anggota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia anwar ibrahim
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top