Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kemenkes Pastikan Cemaran EG dan DEG Jadi Penyebab Gagal Ginjal Akut Anak

Kandungan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) dipastikan menjadi penyebab dari maraknya temuan kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia. 
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 16 November 2022  |  16:51 WIB
Kemenkes Pastikan Cemaran EG dan DEG Jadi Penyebab Gagal Ginjal Akut Anak
Gagal ginjal akut - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril menyampaikan  pihaknya telah berkesimpulan bahwa kandungan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) dipastikan menjadi penyebab dari maraknya temuan kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia. 
 
Syahril menerangkan, hal ini mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Kemenkes bersama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Epidemiolog hingga ahli toksikologi forensik. 
 
"Kita telah menyingkirkan beberapa penyebab yang memicu terjadinya gagal ginjal akut dan kita berkesimpulan bahwa hal ini disebabkan karena intoksikasi zat EG dan DEG yang ada atau tercampur di dalam obat sirop," terang Syahril dalam konferensi pers, Rabu (16/11/2022). 
 
Sebelumnya, Kemenkes juga telah memberikan instruksi kepada tenaga kesehatan (nakes) hingga apoteker di seluruh Indonesia untuk sementara waktu memberhentikan penjualan serta pemberian resep obat sirop kepada masyarakat Indonesia. 
 
Menurut Syahril, setelah keputusan tersebut dijalankan, Kemenkes mulai mencatat adanya tren penurunan kasus gagal ginjal akut di Indonesia. Hal ini kemudian berhasil menegaskan kesimpulan bahwa kandungan EG dan DEG ialah faktor risiko terbesar dari penyakit gagal ginjal akut. 
 
Adapun, Kemenkes melaporkan tidak ada penambahan kasus gagal ginjal akut sejak 2 November 2022. 
 
"Dalam dua minggu terakhir ini, kasus di tanah air jumlahnya tidak bertambah dan yang dirawat tinggal 14 orang di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo," ujar Syahril. 
 
Hingga saat ini, setidaknya terdapat tiga perusahaan farmasi yang telah dinyatakan melakukan pelanggaran pada bidang produksi obat-obatan. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Universal Pharmaceutical Industries, PT Yarindo Farmatama, dan PT Afi Farma. 
 
Hal ini kemudian berujung pada penarikan izin edar dan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang dimiliki oleh ketiga perusahaan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes gagal ginjal ginjal
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top