Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tesla Bantah Kecelakaan Maut di China Disebabkan karena Malfungsi

Tesla mengatakan akan bersikap kooperatif dalam mengungkap kecelakaan yang melibatkan mobil Model Y di China pada awal November 2022.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 15 November 2022  |  12:52 WIB
Tesla Bantah Kecelakaan Maut di China Disebabkan karena Malfungsi
Tangkapan layar CCTV mobil Tesla Model Y terlibat kecelakaan maut karena malfungsi - SCMP
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Tesla mengatakan akan membantu penyelidikan polisi atas kecelakaan fatal yang melibatkan mobil Model Y di China pada 5 November 2022 lalu.

Meskipun kooperatif, Tesla membantah kecelakaan maut tersebut disebabkan karena adanya malfungsi pada mobil.

Berdasarkan data yang diambil, mobil menunjukkan tidak ada bukti bahwa pedal rem telah diinjak sebelum kecelakaan, dikutip dari The Star. 

Dari video yang beredar pun terlihat lampu rem tetap mati. Sebaliknya, akselerator sangat terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor dan siswa sekolah menengah di atas sepeda.

Tesla mengatakan akan "secara aktif memberikan bantuan yang diperlukan" untuk penyelidikan polisi setempat, yang mungkin melibatkan penyelidik pihak ketiga.

Kecelakaan 5 November di Chaozhou di provinsi Guangdong juga melukai tiga orang, termasuk pengemudi.

Sebelumnya diketahui, video yang beredar di media sosial China memperlihatkan Model Y berkulit putih yang melaju kencang hingga akhirnya menabrak.

Seorang pengguna Weibo kemudian mengatakan bahwa pengemudi Tesla kehilangan kendali selama 2,6 kilometer terakhir (1,6 mil) hingga akhirnya berhenti karena menabrak bangunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tesla Tesla Model Y china kecelakaan
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top