Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Menkes Ungkap Temuan 3 Zat Kimia Berbahaya pada Pasien Gangguan Ginjal Akut

Kementerian Kesehatan mendeteksi adanya tiga zat kimia berbahaya pada pasien balita yang terkena penyakit gangguan ginjal akut. Apa saja?
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 20 Oktober 2022  |  01:53 WIB
Menkes Ungkap Temuan 3 Zat Kimia Berbahaya pada Pasien Gangguan Ginjal Akut
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin / Youtube Sekretariat Presiden
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Hasil penelitian Kementerian Kesehatan mendeteksi adanya tiga zat kimia berbahaya pada pasien balita yang terkena penyakit gangguan ginjal akut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, tiga zat kimia berbahaya tersebut adalah ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG), dan ethylene glycol butyl ether (EGBE).

"Ketiga zat kimia ini merupakan impurities dari zat kimia 'tidak berbahaya', polyethylene glycol, yang sering dipakai sebagai solubility enhancer [penambah kelarutan] di banyak obat-obatan jenis sirup," ujar Budi, Kamis (20/10/2022). 

Budi menuturkan, Kementerian Kesehatan telah mengambil sampel beberapa jenis obat sirup yang digunakan oleh pasien balita yang terkena gangguan ginjal akut. Beberapa jenis obat sirup itu terbukti mengandung EG, DEG, EGBE yang seharusnya kadarnya dalam obat sirup tidak ada atau sangat sedikit. 

Atas temuan ini, Kementerian Kesehatan sementara melarang penggunaan obat-obatan sirup sambil menunggu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memfinalisasi hasil penelitian kuantitatifnya.

"Mengingat balita yang teridentifikasi gangguan ginjal akut sudah mencapai 70-an per bulan, realitasnya pasti lebih banyak dari ini, dengan fatality atau kematian rate mendekati 50 persen. Bayangkan bila satu dari 70 balita tersebut adalah anak atau cucu kita," tutur Budi.

Merujuk data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) per 18 Oktober 2022, tren kasus penyakit gangguan ginjal akut progresif atipikal (Gg GAPA) pada 2022 menunjukkan peningkatan sejak Juli-September 2022. Kasus tertinggi terjadi pada September 2022 yang mencapai 78 kasus. Sementara itu, pada Oktober 2022 ini telah ditemukan 75 kasus. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat sirup menteri kesehatan gagal ginjal
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top