Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengamat: Saatnya Koalisi Parpol Dibentuk untuk Kepentingan Jangka Panjang

Saatnya semua koalisi partai politik di Indonesia dibentuk untuk jangka panjang agar programnya lebih bermamfaat bagi masyarakat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Agustus 2022  |  18:21 WIB
Pengamat: Saatnya Koalisi Parpol Dibentuk untuk Kepentingan Jangka Panjang
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kiri) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (kanan) menandatangani nota kesepahaman dibentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) pada acara silaturahmi di Plataran Senayan, Jakarta, Sabtu (4/6/2022). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Cecep Hidayat mengatakan sudah saatnya semua koalisi partai politik di Indonesia dibentuk untuk jangka panjang agar programnya lebih bermamfaat bagi masyarakat.

Menurut Cecep, meski poros koalisi menjelang Pemilu 2024 kian semarak dengan terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan aliansi Gerindra-PKB, namun dia meyakini kedua koalisi belum permanen.

Dia mensinyalir kedua koalisi masih melirik partai politik lain untuk memperbesar kekuatan mereka melalui tawar-menawar kepentingan politik.

Karena itu, dia mengaku tidak heran semakin besar koalisi, maka kepentingan politiknya juga semakin besar, sehingga tarik-menarik kepentingannya juga besar.

"Dengan bentukan koalisi ini kita lihat juga, jangan cuma untuk meningkatkan porsi tawar-menawar, mendapatkan calon yang elektabilitasnya tinggi, namun bagaimana bisa membangun sistem koalisi jangka Panjang yang demokratis," ujar Cecep, Jumat (19/8/2022).

Dia mengatakan, Pemilu 2024 merupakan pemilu yang kelima setelah era reformasi 1999. Karena itu, diharapkan demokrasi di Indonesia dapat terkonsolidasi dengan baik, semakin matang yang ditandai dengan adanya kerja sama dari para elite partai politik tanpa mengabaikan kepentingan bangsa,” kata Cecep.

"Kalaupun membangun koalisi dengan membangun politik demokrasi seharusnya bukanlah untuk sekadar kepentingan jangka pendek untuk mengusung dan memuluskan calon mereka saja," ucapnya.

Setidaknya, saat ini sudah ada dua poros menjelang Pemilu 2024, yaitu KIB dikabarkan tengah mendekati Partai Demokrat, sementara Gerindra-PKB diperkirakan akan merapat dengan PDIP.

Cecep juga menyoroti pengalaman dari beberapa pemilu yang menunjukkan kecenderungan kolaisi tidak permanen. Alasannya, bisa saja kebijakan di tingkat pusat dan daerah berbeda.

Ketua Umum Partai Golka  Airlangga Hartarto sendiri, berulang kali mengatakan bahwa KIB bersifat inklusif, terbuka kepada siapa saja.

"Kita ingin politik yang dikedepankan merupakan politik yang menyatukan, inklusif dan didasarkan pada kesamaan gagasan dan pemikiran untuk kemajuan Indonesia yang kita cintai ini," ujar Airlangga beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pemilu 2024 partai politik pdip

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top