Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Agustus 2022, Vaksin Merah Putih Ditarget Kantongi Izin EUA

Memasuki tahap uji klinis fase ketiga, Vaksin Merah Putih dijadwalkan mengantongi izin EUA pada bulan Agustus 2022.
Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito (ketiga kanan) memberikan keterangan pers didampingi Dirut PT Biotis Pharmaceutical Indonesia FX Sudirman (kiri), Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi (IDI) Universitas Airlangga Muhammad Miftahussurur (kedua kiri), Ketua Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Fedik Abdul Rantam (kedua kanan), Peneliti Utama Uji Klinik Vaksin Merah Putih Dominicus Husada (ketiga kiri)./Antara
Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito (ketiga kanan) memberikan keterangan pers didampingi Dirut PT Biotis Pharmaceutical Indonesia FX Sudirman (kiri), Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi (IDI) Universitas Airlangga Muhammad Miftahussurur (kedua kiri), Ketua Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Fedik Abdul Rantam (kedua kanan), Peneliti Utama Uji Klinik Vaksin Merah Putih Dominicus Husada (ketiga kiri)./Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Memasuki tahap uji klinis fase ketiga, Vaksin Merah Putih dijadwalkan mengantongi izin emergency use authorization (EUA) pada bulan Agustus 2022.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Biotis Pharmaceuticals Indonesia FX Sudirman pada kick off uji klinis fase 3 Vaksin Merah Putih, di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, Senin (27/6/2022).

“Kita berharap di momen kemerdekaan Indonesia, kita bisa menghasilkan satu produk karya anak bangasa dan mendapatkan EUA di bulan Agustus mendatang,” jelas Sudirman, Senin (27/6/2022).

Lebih lanjut, satu bulan setelah mengantongi izin EUA atau tepatnya pada September 2022, dia menuturkan, bahwa masyarakat dapat mulai memanfaatkan Vaksin Merah Putih sebagai satu pilihan vaksin di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, peneliti utama Vaksin Merah Putih Dominicus Husada merincikan dalam pelaksanaan uji klinis fase ketiga akan dilakukan terhadap 4.005 subjek yang dibagi menjadi tiga kelompok, yakni satu kelompok kontrol dan dua kelompok perlakuan.

Uji klinis fase ketiga kurang lebih memiliki alur perlakuan yang mirip dengan uji klinis fase kedua, di mana uji klinis diawali dengan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan laboratorium terhadap subjek yang terpilih.

“Jika mereka lolos, injeksi pertama akan diberikan setelah tim peneliti mendapatkan persetujuan dari pihak yang bersangkutan,” jelas Dominicus.

Selanjutnya, satu bulan setelah mendapatkan injeksi pertama, subjek akan kembali menerima injeksi kedua dan akan dilakukan pengamatan terhadap subjek, satu bulan setelah injeksi kedua tersebut.

“Tahap ini akan dilaksanakan hingga enam bulan kedepan dan uji klinis ketiga ini memang lebih sederhana jika dibandingkan dengan uji klinis satu dan dua.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper