Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Varian Baru Masih Mengancam

WHO mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir karena risiko ditemukannya varian baru lebih berbahaya masih dapat terjadi.
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 20 Juni 2022  |  12:00 WIB
WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Varian Baru Masih Mengancam
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA —  Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adanom Ghebreyesus menegaskan bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir karena risiko ditemukannya varian baru lebih berbahaya masih dapat terjadi.

Peringatan Tedris itu diungkapkan oleh meskipun saat ini angka Covid-19 global telah menurun hingga 90 persen, jika dibandingkan dengan jumlah kasus Covid-19 pada awal tahun 2022.

“Tetapi persepsi bahwa pandemi telah berakhir itu terkesan salah arah. Transmisi masih meningkat di banyak negara, termasuk negara-negara G20,” kata Tedros, Senin (20/6/2022). 

Menurutnya, peningkatkan transmisi penyakit itu disebebkan oleh menurunnya kegiatan testing dan sequencing di mayoritas negara di dunia. 

“Kurangnya testing dan sequencing itu membutakan kita pada evolusi virus dan menyebabkan siklus pandemi akan kembali terulang,” tegas Tedros. 

Adapun dalam pertemuan Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) bulan lalu, terdapat 10 rekomendasi utama terkait upaya dalam membentuk arsitektur kesehatan global baru untuk menciptakan kesiapsiagaan dan ketanggapan darurat kesehatan yang lebih matang. 

“Rekomendasi itu terkait pembentukan pemerintahan, sistem dan alat kesehatan, pembiayaan, dan pusat arsitektur kesehatan global yang lebih kuat,” ujarnya. 

Sekedar informasi, dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunasi Sadikin, 1st G20 Health Ministers Meeting (HMM) diisi dengan pembahasan dan diskusi terkait tiga agenda prioritas presidensi Indonesia, yakni resiliensi sistem kesehatan global, harmoniasi protokol kesehatan, pendanawn penanganan pandemi, dan sharing jejaring lab genome sequensing. 

Dikutip dari laman sehatnegeriku, selain melibatkan beberapa negara undangan, agenda tersebut juga dihadiri oleh CEO CEPI, Sekjen OECD, perwakilan World Bank, perwakilan GAVI, serta Direktur Eksekutif Global Fund dan GISAID.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi who
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top