Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diplomat Rusia: Lawan Ukraina, Rusia Tidak Akan Gunakan Nuklir

Duta besar Rusia untuk Inggris memastikan negaranya tidak akan menggunakan nuklir taktis untuk melawan Ukraina
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 29 Mei 2022  |  20:14 WIB
Diplomat Rusia: Lawan Ukraina, Rusia Tidak Akan Gunakan Nuklir
Tsar Bomba, bom nuklir terbesar sejagat raya yang pernah diciptakan oleh Rusia kala itu masih dalam koloni Uni Soviet. - Wikipedia Commons

Bisnis.com, JAKARTA - Duta Besar Rusia untuk Inggris, Andrei Kelin mengatakan bahwa kemungkinan besar Rusia tidak akan menggunakan senjata nuklir taktis dalam perang melawan Ukraina.

Andrei manyampaikan, menurut aturan militer Rusia, senjata nuklir tidak digunakan dalam konflik seperti yang terjadi saat ini. Bahkan, Kelin menegaskan bahwa Rusia memiliki aturan yang sangat ketat untuk penggunaannya, salah satunya ketika keberadaan negara terancam.

"Itu [nuklir] tidak ada hubungannya dengan operasi saat ini," katanya dilansir BBC.com, Minggu (29/5/2022).

Adapun, banyak negara menganggap penempatan pasukan nuklir Rusia dalam siaga tinggi pada akhir Februari oleh Vladimir Putin sebagai sebuah peringatan.

Di sisi lain, Putin justru menilai agresi Barat dan Nato yang pertama kali menggunakan nuklir sebagai ancaman serius perdamaian dunia.

Senjata nuklir taktis adalah senjata yang dapat digunakan pada jarak yang relatif pendek, berbeda dengan senjata nuklir strategis yang dapat diluncurkan dalam jarak yang lebih jauh dan menjadi momok menakutkan bagi dunia.

Tetapi istilah itu masih mencakup banyak jenis senjata, termasuk bom yang lebih kecil dan rudal yang digunakan di medan perang. Rusia diperkirakan memiliki sekitar 2.000 senjata nuklir taktis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nuklir Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Aprianus Doni Tolok

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top