Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kumpulan Kata-Kata Mutiara Buya Syafii Maarif

Mantan Ketua Umum yang pernah menjabat dari 1998—2005, Buya Syafii Maarif, berpulang pada Jumat, 27 Mei 2022 pada usia 86 tahun.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 27 Mei 2022  |  14:06 WIB
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafi'i Maarif (kiri depan) - Antara/Widodo AS
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafi'i Maarif (kiri depan) - Antara/Widodo AS

Bisnis.com, JAKARTA - Kabar duka datang dari keluarga besar PP Muhammadiyah. Mantan Ketua Umum yang pernah menjabat dari 1998—2005, Buya Syafii Maarif, berpulang pada Jumat, 27 Mei 2022 pada usia 86 tahun.

Indonesia pun kehilangan putra terbaiknya, tokoh kemanusiaan dan guru bangsa ini menghembuskan napas terakhirnya di RS PKU Muhammadiyah Gamping pada pukul 10.15 WIB.

Meninggalnya tokoh yang akrab disapa Buya Syafii ini tentu menjadi duka mendalam bagi bangsa Indonesia, khususnya umat muslim, sebab dirinya dikenal sebagai tokoh lintas agama yang berjuang keras menggalakkan toleransi.

Selain itu, tokoh kelahiran Sumatra Barat, 31 Mei 1935 ini, juga dikenal sebagai penulis yang produktif.

Beberapa karya bukunya yang terkenal di antaranya: Dinamika Islam (1984), Islam, Mengapa Tidak? (1984), dan Islam dan Masalah Kenegaraan (1985).

Atas karya-karyanya tersebut, beliau mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay dari pemerintah Filipina pada 2008.

Sepanjang hidupnya, banyak kata-kata Buya Syafii yang penuh makna mendalam.

Berikut kumpulan kata-kata Mutiara Buya Syafii Maarif:

1. Kemerdekaan itu mahal, jangan disia-siakan.

2. Bangsa ini harus lebih kerja keras lagi, jangan larut dalam ketidakpastian.

3. Ya pokoknya bangun budaya kearifan. Kearifan itu penting, pakai bahasa hati. Terutama pejabat publik ya, sehingga tidak menimbulkan pro kontra, kontroversi, itu saja

4. Kearifan itu penting, pakai bahasa hati. Terutama pejabat publik, ya, sehingga tidak menimbulkan pro kontra, kontroversi, itu saja.

5. Saya berharap masyarakat Indonesia sadar bahwa pemerintah tidak jahat, maksudnya baik, negeri ini memang sedang susah, mari kita bersama mengatasi hal ini.

6. Pemerintah harus memahami betul rakyat Papua, memahami asal usul dan kultur di daerah tersebut.

7. Jangan diajak lagi organisasi (Muhammadiyah) itu untuk pro ini pro itu lah. Menurut saya no-lah. Tidak sehat. Apalagi Muhammadiyah itu masyarakat sipil yang menopang keberadaan bangsa dan negara ini sejak ratusan tahun yang lalu. Jangan dirusak untuk kepentingan politik sesaat.

8. Abad medsos (media sosial) adalah abad yang sarat dengan kegaduhan dan huru-hara, di samping banyak pula sisi positifnya jika digunakan oleh manusia beradab dan lapang dada. Di tangan manusia tunaadab dan sesak dada, medsos dijadikan sarana untuk mengumbar kebencian, sakit hati, dan dendam kesumat.

9. Saya sebagai orangtua, siapa yang berkunjung ke sini, saya terima dengan baik sebagai orang tua, dan tadi saya sampaikan kepada cawapres, bahwa nanti kalau terpilih, jadilah cawapres rakyat Indonesia.

10. Yang muda-muda harus mengerti betul persoalan bangsa berbasis data. Banyak membaca dan ikut terlibat membenahi negeri.

11. Tingkatkan kearifan lokal dan kearifan nasional. Semua pihak harus saling menerima. Jadi aktivis itu harus, tapi nilai juga harus tinggi.

12. Kalau ada sengketa selesaikan melalui jalur hukum, jangan di luar hukum, kita punya Mahkamah Konstitusi, kita punya aparat hukum, jangan di luar itu karena kita negara-negara hukum tidak boleh main hakim sendiri tidak boleh mengadu domba.

13. Sebuah bangsa dapat mengalami kehancuran bila toleransi sosial, agama, dan budaya tidak mantap.

14. Jadi amal shaleh itu sesungguhnya peradaban yang manusiawi, peradaban berwajah asri, adil, berlapang dada. Jadi amal itu bukan hanya sekedar memberikan infak di masjid.

15. Planet Bumi ini tidak hanya dimonopoli oleh orang Islam, orang tidak beriman saja boleh tinggal di sini.

16. Mereka memakai ayat juga itu, mengatakan sebagai manifestasi iman mereka, tapi iman mereka dipakai untuk menghancurkan peradaban menegakkan kebiadaban.

17. Muslim yang non-Arab itu pada umumnya tidak mampu mempelajari ajaran Islam dari sumber aslinya dalam bahasa Arab. Maka kebergantungan rumusan Islam dalam bungkus Arabisme itu tidak dapat dielakkan lagi.

18. Walaupun ada sedikit gangguan umpamanya karena banjir karena alam tidak bersahabat (itu) masalah kecil. Secara umum pemilu Indonesia luar biasa. Harus kita syukuri.

19. Muhammadiyah telah mengisi otak masyarakat dengan ilmu, hati masyarakat dengan iman, sekarang harus menggencarkan mengisi perut masyarakat dengan perekonomian.

20. Muhammadiyah telah mengisi otak masyarakat dengan ilmu, hati masyarakat dengan iman, sekarang harus menggencarkan mengisi perut masyarakat dengan perekonomian.

21. Agama dipakai tidak untuk mengarahkan pemeluknya kepada hal-hal yang lebih baik.Orang memakai tasbih saja seakan-akan sudah Islam. Ini pembodohan.

22. Jadi pemimpin itu sangat berat, tapi mulia dan menantang. Pelajari riwayat pendiri negara, agar tahu kenapa bangsa dan negara kita harus merdeka.

23. Kalau kita kuat dari dalam, yang menunggangi tak akan berhasil. Kita masih kuat dari dalam.

24. Harus dicegah dengan dengan cara yang arif dan bijaksana, sehingga Papua dan Papua Barat kembali tenteram di bawah NKRI.

25. Bodohnya ulama itu kalau mau jadi rebutan para capres. Kenapa mereka (ulama) mau jadi mainan politik? Seharusnya ulama itu kan jadi penjaga moral, penjaga persatuan dan penjaga hidup yang bermartabat, kan begitu (perannya). Itu sama saja menggadaikan eksistensi mereka sendiri.

26. Hubungan Bung Karno dan Bung Hatta pernah renggang, tetapi tidak pernah putus. Keduanya adalah negarawan dalam caranya masing-masing. Keduanya pembela gigih persatuan nasional dan musuh besar bagi penganut mazhab pesantren nasional (jika memang gejala itu dirasakan) yang bisa menghancurkan bangsa dan negara ini!

27. Saya berharap kepada keluarga besar Muhammadiyah, dari pusat sampai ranting supaya menjaga amanat, kita perlu pelihara untuk kepentingan kemanusiaan sesuai pesan agama.

28. Ya, isi dakwah itu yang sejuk dong, yang damai yang membangun kesadaran manusia. Jangan menghina dengan berbagai hoaks, pakai ujaran kebencian dan segala macam. Itu menurut saya tidak beradab.

29. Agama dipakai tidak untuk mengarahkan pemeluknya kepada hal-hal yang lebih baik. Orang memakai tasbih saja seakan-akan sudah Islam. Ini pembodohan.

30. Kalau ada sengketa selesaikan melalui jalur hukum, jangan di luar hukum. Kita punya mahkamah konstitusi, kita punya aparat hukum, jangan di luar itu karena kita negara hukum tidak boleh main hakim sendiri dan tidak boleh mengadu domba.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

muhammadiyah Syafii Maarif
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top