Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-72: Rusia Langgar Gencatan Senjata di Mariupol

Berikut rangkuman peristiwa perang Rusia vs Ukraina hari ke-72. Rusia dianggap melanggar gencatan senjata di Mariupol.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 06 Mei 2022  |  12:20 WIB
Pemandangan menunjukkan deretan kendaraan lapis baja selama latihan militer
Pemandangan menunjukkan deretan kendaraan lapis baja selama latihan militer "Allied Resolve" yang diadakan oleh angkatan bersenjata Rusia dan Belarus di tempat pelatihan Osipovichsky di wilayah Mogilev, Belarus, Kamis (17/2/2022). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Rusia sudah melakukan serangan ke Ukraina hampir dua bulan lamanya. Memasuki hari ke-72 ini, Rusia dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjatan di wilayah Mariupol.

Diketahui, situasi di Mariupol terutama di sekitaran pabrik Azovstal memang memanas sejak beberapa hari lalu. Padahal, sampai saat ini koridor kemanusiaan untuk menyelamatkan warga sipil masih berlangsung di daerah Aozvstal ini.

Selain kejadian tersebut, terdapat beberapa kejadian yang ada pada perang atau invasi Rusia ke Ukraina pada hari ke-72 ini. Dilansir dari The Guardian, Jumat (06/5/22) berikut rangkuman kejadian yang terdapat pada hari ke-72 perang berlangsung.

Update Perang Rusia vs Ukraina hari ke-72 

Koridor Ketiga PBB Siap Evakuasi Warga Sipil Di Azovstal

Dikatakan oleh kepala kemanusiaan PBB, Martin Griffiths jika pasukan ketiga dari PBB akan datang ke Azovstal pada hari ini guna menyelamatkan warga sipil yang berada di daerah neraka tersebut dan membawa mereka ke wilayah yang aman dari serangan Rusia.

PBB dan Komite Palang Merah Internasional sejauh ini telah membantu hampir 500 warga sipil melarikan diri dari area pabrik baja di kota pelabuhan selatan selama dua operasi dalam seminggu terakhir. Dengan datangnya PBB dan Palang Merah Internasional ke Azovstal, mereka langsung memberikan pernyataan jika Azovstal saat ini merupakan representasi seperti neraka, dan hal ini dikatakan oleh Sekjen PBB Antonio Guterres.

Rusia Langgar Perjanjian di Azovstal

Seorang komandan Ukraina mengatakan pertempuran berat dan berdarah berlanjut di Azovstal dan Rusia melanggar janjinya akan gencatan senjata, untuk mencegah evakuasi warga sipil. Svyatoslav Palamar, seorang komandan resimen Azov yang mempertahankan situs tersebut, mengatakan dalam sebuah video di Telegram.

“Rusia melanggar janji gencatan senjata dan tidak mengizinkan evakuasi warga sipil yang terus bersembunyi dari penembakan di ruang bawah tanah pabrik,” ucap Palamar

Palamar sebelumnya memohon bantuan bagi tentara yang terluka dan sekarat dalam penderitaan yang mengerikan, serta evakuasi warga sipil yang terperangkap di pabrik.

Putin Menuntut Tentara Ukraina di Aozvstal Untuk Menyerah

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menuntut agar Ukraina memerintahkan para pejuangnya yang bersembunyi di Azovstal untuk menyerah, kata Kremlin. Dalam panggilan telepon dengan perdana menteri Israel, Naftali Bennett, Putin mengklaim Rusia masih siap untuk memberikan jalan yang aman bagi warga sipil dari pabrik.

Perdana Menteri Isreal Ungkap Putin Sudah Meminta Maaf

Naftali Bennett mengatakan Vladimir Putin telah meminta maaf atas klaim menteri luar negeri Rusia bahwa Adolf Hitler memiliki keturunan Yahudi. Perdana menteri Israel, setelah panggilan telepon dengan Putin, mengatakan dia telah menerima permintaan maaf dan berterima kasih kepada presiden untuk mengklarifikasi posisinya.

Intelejen Ukraina Anggap Mariupol Akan Jadi Pusat Perayaan Rusia Atas Ukraina

Menurut Intelejen Ukraina, Mariupol menurut rencana [Rusia], harus menjadi pusat perayaan. Untuk tujuan ini, kota ini segera membersihkan jalan-jalan pusat dari puing-puing, mayat, dan amunisi Rusia yang tidak meledak. Kampanye propaganda skala besar terus berlanjut, di mana orang Rusia akan diperlihatkan cerita tentang kegembiraan penduduk setempat karena bertemu dengan penjajah.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top