Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah, NU, dan Muhammaddiyah Rayakan Idulfitri Barengan

Pada tahun ini, Pemerintah dan dua ormas Islam terbesar di Indonesia merayakan Idulfitri berbarengan yakni pada 2 Mei 2022
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 01 Mei 2022  |  19:50 WIB
Seseorang melakukan pengamatan hilal. - Antara
Seseorang melakukan pengamatan hilal. - Antara
Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah mengumumkan 1 Syawal 1443 H jatuh besok, Senin (1/5/2022). Artinya, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan pemerintah merayakan Idulfitri bersama-sama. 
 
Seperti yang diketahui, pemerintah dan NU menggunakan metode penghitungan pergantian bulan hijriah yang sama, yakni hilal serta rukyat. Sementara itu, Muhammadiyah memakai hisab hakiki wujudul hilal
 
Perbedaannya adalah pemerintah dan NU baru bisa menentukan bulan baru sehari sebelum pergantian, sedangkan Muhammadiyah dari sepekan lalu.
 
Dikutip dari laman resmi Pimpinan Pusat (PB) Muhammadiyah, mereka menggunakan hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal atau matahari terbenam lebih dahulu daripada bulan walaupun hanya berjarak satu menit atau kurang. 
 
“Ide ini berasal dari pakar falak Muhammadiyah Wardan Diponingrat yang tidak hanya dipahami berdasarkan pada Quran Surat Yasin ayat 39-40, melainkan juga menggunakan perangkat lain seperti hadis dan konsep fikih lainnya serta dibantu ilmu astronomi,” tulis Muhammadiyah dalam laman tersebut.
 
Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan bahwa secara hisab, posisi hilal saat sidang sudah memenuhi kriteria baru Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). 
 
“Di Indonesia, pada 29 Ramadan 1443 H yang bertepatan dengan 1 Mei 2022 tinggi hilal antara 4 derajat 0,59 menit sampai 5 derajat 33,57 menit dengan sudut elongasi antara 4,89 derajat sampai 6,4 derajat,” katanya melalui keterangan pers, Senin (25/4/2022).
 
Kamaruddin menjelaskan bahwa secara hisab, pada hari tersebut posisi hilal awal Syawal di Indonesia telah masuk dalam kriteria baru MABIMS.
 
Menurut kriteria baru MABIMS, imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. Kriteria ini merupakan pembaruan dari kriteria sebelumnya, yakni 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat yang mendapat masukan dan kritik. 
 
Pemerintah Indonesia, tambah Kamaruddin, menyelenggarakan sidang isbat dengan menggunakan metode hisab dan rukyat. Maksudnya adalah posisi hilal Syawal akan dipresentasikan oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriyah yang selanjutnya menunggu laporan rukyat dari seluruh Indonesia. 
 
"Rukyat digunakan sebagai konfirmasi terhadap hisab dan kriteria yang digunakan. Kedua hal yaitu hisab dan konfirmasi pelaksanaan rukyatul hilal akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat untuk selanjutnya diambil keputusan awal Syawal 1443 H," jelasnya. 
Lebih lanjut, Menag Yaqut menjelaskan bahwa dengan hasil sidang isbat yang menetapkan 1 Syawal 1443 H jatuh pada 2 Mei 2022, maka umat Islam di Indonesia bisa merayakan Idulfitri bersama-sama. 
 
“Kebersamaan ini mudah-mudahan menjadi wujud kebersamaan anak bangsa,” katanya pada konferensi pers virtual, Minggu (1/5/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenag muhammadiyah idulfitri nahdlatul ulama sidang isbat
Editor : Aprianus Doni Tolok

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top