Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Robot Trading DNA Pro, Bareskrim Ajukan Red Notice ke Turki

Sebanyak 3 tersangka dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus robot trading DNA Pro disinyalir kabur ke Turki.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 17 April 2022  |  21:07 WIB
Kasus Robot Trading DNA Pro, Bareskrim Ajukan Red Notice ke Turki
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan didampingi Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan merilis pengungkapan kasus Robot Trading, di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (19/1/2022). (ANTARA - Laily Rahmawaty)

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menduga tiga tersangka kasus robot trading DNA Pro yang masuk daftar pencarian orang (DPO) DNA, kabur ke Turki.

"Iya, 3 orang [ke Turki]," ujar Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan kepada wartawan, dikutip Minggu (17/4/2022).

Untuk itu, Bareskrim pun mengajukan red notice guna memburu para tersangka yang kabur tersebut.

"Sudah dimintakan red notice," kata Whisnu

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal Polri telah menetapkan 12 orang sebagai tersangka kasus robot trading DNA Pro.

Sebanyak lima orang telah ditangkap dan ditahan. Sementara itu tujuh orang tersangka lainnya masih berstatus daftar pencarian orang alias DPO.

"Yang mudah-mudahan dalam waktu dekat kami ungkap dan tangkap pelakunya," kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan di Mabes Polri, Kamis (7/4/2022).

Secara perinci berikut adalah daftar tersangka DNA pro, baik yang sudah tertangkap maupun buron.

Untuk yang berstatus DPO adalah AB, ZII, JG, ST FE, AS, san DV. Sementara itu, lima orang yang sudah tertangkap yakni, FR, RK, RS, RU, dan YS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kepolisian robot trading
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top