Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ingin Doa Dikabulkan Allah SWT selama Ramadan? Ini 5 Syaratnya!

Berikut 5 Syarat agar doa dikabulkan Allah SWT selama bulan suci Ramadan seperti dipaparkan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 06 April 2022  |  10:08 WIB
Ingin Doa Dikabulkan Allah SWT selama Ramadan? Ini 5 Syaratnya!
Ilustrasi berdoa setelah membaca Al-Quran - nu.or.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan. Salah satu keistimewaan bulan Ramadan, yaitu besarnya peluang doa-doa yang kita panjatkan terkabul dan diterima oleh Allah SWT.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad menyebut terdapat satu ayat yang menjelaskan secara rinci agar doa yang kita panjatkan dapat terkabul saat Ramadan. Ayat itu adalah surat Al-Baqarah ayat 186. Berikut petikan artinya: 

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran," Al-Bawarah ayat 186. 

Meski demikian, Dadang mengatakan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar doa-doa bisa terkabul selama bulan Ramadan. 

"Adapun tentang cara dikabulkannya doa, tidak boleh terlepas dari 5 syarat wajib sebagaimana tersirat dalam ayat tersebut," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (6/4/2022). 

Berikut 5 Syarat agar Doa Cepat Terkabul Selama Bulan Suci Ramadan 

1. Menjaga kedekatan dengan Allah SWT 

“Pertama, wa idza sa’alaka anni fa inni qariib, kita harus merasa dekat dengan Allah. Karena puasa Ramadan itu sejatinya juga mendekatkan diri kita dengan Allah SWT,” terangnya. 

Dia menyarankan agar kalimat berdoa pun perlu memakai redaksi kata ‘Rabbana’ yang menandakan keintiman dengan Allah SWT. 

2. Doa yang Serius 

Sesuai makna ujiibu da’watan idzaa da’ani, dia menuturkan Allah SWT hanya mengabulkan doa hamba benar-benar serius.

“Karena banyak orang yang tidak serius dalam berdoa. Mulutnya berucap tapi hatinya ke mana-mana, tidak serius. Apalagi doanya aneh, misalnya mohon kaya tapi tidak melakukan usaha-usaha apapun,” ucapnya. 

3. Menjalankan Perintah Allah SWT 

Selanjutnya, dia mengungkapkan makna yastajiibu lii. Dadang menuturkan setelah penggalan kata ini bermakna melaksanakan perintah Allah SWT. Doa di dalam ibadah seperti puasa Ramadan itu memiliki derajat tinggi sebagaimana doanya orang-orang yang dizalimi.

4. Berbuat Baik 

Poin selanjutnya, Dadang mengatakan doa manusia semakin berpeluang dikabulkan maka kita harus mengikutinya dengan berbuat amal kebaikan yang berhubungan dengan orang lain. 

"Selain itu, kita harus yakin bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa kita," imbuhnya. 

5. Waktu Mustajab

Terakhir, manusia menggunakan waktu-waktu mustajab di bulan Ramadan untuk berdoa. Misalnya pada waktu Jumat sore menjelang maghrib, di antara dua azan, pada saat sahur, ataupun pada momen menjelang berbuka.

“Inilah pelajaran yang harus kita ambil dari ayat 186 di Al-Baqarah dari rangkain ayat berpuasa. Selamat berpuasa, semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita,” pungkas Dadang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

muhammadiyah Ramadan doa
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top