Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alasan Bos Jalan Tol Jusuf Hamka Ogah Pakai Jam Tangan Mewah

Pengusaha jalan tol Mohamad Jusuf Hamka mengaku enggan memakai jam tangan mewah yang harganya selangit.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 27 Maret 2022  |  15:04 WIB
Pengusaha jalan tol Jusuf Hamka / Youtube
Pengusaha jalan tol Jusuf Hamka / Youtube

Bisnis.com, JAKARTA – Pengusaha jalan tol Mohamad Jusuf Hamka mengaku enggan memakai jam tangan mewah yang harganya selangit. Dia sendiri bingung dengan beberapa rekannya yang bahkan ada beli penanda waktu tersebut seharga Rp20 miliar dengan kredit di bank.

“Saya kalau pakai jam tangan harus miliaran rupiah, manfaatnya apa buat saya? Muternya sama. Jamnya sama. Waktunya sama,” kata Jusuf Hamka pada bincang-bincang di Youtube Helmy Yahya yang tayang pada 15 Maret 2022 lalu.

Jusuf menjelaskan bahwa apabila membeli jam tangan dengan rentang harga Rp2 juta sampai Rp10 juta dianggap masih wajar. Namun, tidak jika apabila mencapai miliaran rupiah.

Dia mengaku memiliki teman seperti itu. Ada yang rela merogoh Rp500 miliar hanya untuk membeli jam tangan mewah.

“Terus ada satu temen yang saya tidak habis pikir. Beli jam tangan Rp20 miliar duitnya pinjam dari bank. Bayar bunganya Rp600 juta per bulan. Memang kalau dia pakai, ini bisa beranak emas? Tidak,” ujarnya.

Baginya, hal tersebut hanya untuk gengsi semata. Dia menilai jika cuma mau menuruti hal tersebut, maka tidak akan ada habisnya.

Pengusaha keturunan Tionghoa yang memutuskan mualaf di usia 23 tahun tersebut memilih menggunakan uang itu untuk berbuat kebaikan.

“Makanya kalau maaf-maaf, pakaian saya begini saja, saya juga tidak berasa orang kaya. Kaya itu yang penting hatinya. Hati kalau empati, simpati, dan bisa belas kasihan bisa nolong orang, itu kekayaannya sebenarnya,” ungkapnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol pengusaha jusuf hamka jam tangan
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top