Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

15 Tahun Earth Hour, Simak Napak Tilasnya dari Sydney ke Penjuru Dunia

Sejak 2007, Earth Hour telah menorehkan berbagai pencapaian. Berikut perjalanan napak tilas gerakan Earth Hour.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 26 Maret 2022  |  13:00 WIB
Ilustrasi - Di Afrika tepatnya di Uganda, Earth Hour turut membantu mengamankan 2.700 hektare lahan untuk membangun hutan Earth Hour perdana pada tahun 2013. - Istimewa
Ilustrasi - Di Afrika tepatnya di Uganda, Earth Hour turut membantu mengamankan 2.700 hektare lahan untuk membangun hutan Earth Hour perdana pada tahun 2013. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Gerakan Earth Hour 2022 yang berlangsung hari ini, Sabtu (26/2/2022), genap 15 tahun berlangsung. Sejak 2007, banyak hal telah dicapai dari kampanye memadamkan lampu selama 1 jam tersebut.

Earth Hour digagas oleh co-founder Andy Ridley bersama dengan Leo Burnett dan Fairfax Media dilakukan pertama kali di Sydney, Australia, pada 31 Maret 2007. Meski sempat mendapat tanggapan skeptis, gerakan ini nyatanya telah berhasil mengajak 2,2 juta orang di Australia untuk memadamkan lampunya selama 1 jam.

Mengutip dari laman resmi Earth Hour, selama 15 tahun sudah banyak pencapaian yang diraih oleh kampanye ini. Pada tahun 2008, ada 50 juta orang dari 35 negara yang telah ikut serta dalam Earth Hour kedua. Jembatan Golden Gate di Amerika Serikat dan Colosseum di Roma, Italia, menjadi landmark utama yang memadamkan lampunya selama Earth Hour. 

Pada tahun 2009, Earth Hour memecahkan rekor menjadi gerakan akar rumput terbesar di dunia untuk kelestarian lingkungan. Tahun berikutnya, Earth Hour menjadi fokus global setelah diadakan konferensi iklim PBB.

Tahun 2012, Rusia mengeluarkan undang-undang untuk melindungi laut dari polusi minyak. Hal ini tercetus berkat petisi yang dibuat oleh WWF Rusia dalam rangka kampanye Earth Hour. Sebanyak 122.000 tanda tangan berhasil dikumpulkan dalam petisi tersebut.

Di Afrika tepatnya di Uganda, Earth Hour turut membantu mengamankan 2.700 hektare lahan untuk membangun hutan Earth Hour perdana pada tahun 2013. Selain itu, Earth Hour juga mendukung pembangunan kawasan perlindungan laut terbesar di Argentina, yaitu Banco Namuncurá seluas 3,4 juta hektare.

Selanjutnya di tahun 2014, Kepulauan Galapagos di Ekuador menjadi situs pertama yang melarang penggunaan kantong plastik dan kemasan sekali pakai lainnya. 

Kurangi Penggunaan Energi

Tahun 2015, sejumlah negara melakukan perubahan peraturan legislatif untuk mengatasi krisis alam berkat kampanye Earth Hour, antara lain pengurangan penggunaan energi di Brunei Darussalam dan pembangunan taman nasional di Malaysia.

Tidak hanya itu, Rusia juga ikut membekukan proyek minyak baru di arktik. Skotlandia dan Swiss tercatat memperkuat undang-undang perubahan iklim yang berlaku di negaranya.

Di Spanyol, tahun 2016 kampanye Earth Hour bersama dengan WWF Spanyol dan 50.000 warga setempat mendesak pemerintah untuk menghapus bahan bakar fosil dan melakukan transisi ke energi terbarukan. Hal ini untuk menunjukkan komitmen Spanyol dalam Perjanjian Paris.

Tahun berikutnya pada 2018 di Prancis, Earth Hour mendukung wilayah seluas 5 juta km persegi menjadi Zona Ekonomi Eksklusif di Pasifik Selatan sebagai area laut terkelola. Pelestarian ekosistem laut menjadi tujuan dibentuknya area ini.

Saat pandemi Covid-19 mulai muncul tahun 2020, Earth Hour memecahkan rekor kampanye daring pertama. 

Pada tahun 2021, kampanye Earth Hour telah dibagikan lebih dari 24.000 kali di media sosial oleh tokoh terkemuka dunia dari PBB dan organisasi lainnya, tak ketinggalan artis asal Kolombia, Sofia Vergara, serta figur publik lainnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi terbarukan earth hour perubahan iklim
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top