Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dubes Ukraina dan Rusia Temui Ketum PBNU, Bahas Upaya Perdamaian Perang

Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menerima kunjungan Dubes Ukraina dan Rusia untuk membahas perdamaian perang.
Setyo Puji Santoso
Setyo Puji Santoso - Bisnis.com 08 Maret 2022  |  18:21 WIB
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berpartisipasi dalam latihan di bekas pabrik aspal di pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu (19/2/2022). - Bloomberg/Ethan Swope
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berpartisipasi dalam latihan di bekas pabrik aspal di pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu (19/2/2022). - Bloomberg/Ethan Swope

Bisnis.com, SOLO - Konflik antara Rusia dan Ukraina hingga saat ini masih berlangsung dan belum menemukan solusi perdamaian.

Meningkatnya eskalasi kedua negara tersebut menjadi perhatian dunia dan berharap gencatan senjata bisa segera dilakukan.

Ketua umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau akrab dipanggil Gus Yahya turut prihatin dengan kondisi tersebut.

Saat menerima kunjungan dari Duta Besar Ukraina, Vasyl Hamianin pada Senin (7/3/2022), ia berharap Presiden Rusia bisa menghentikan serangannya terhadap Ukraina.

“Atas nama NU, saya menyeru kepada Rusia, kepada Presiden Putin, untuk menghentikan segera perang ini, gencatan senjata sekarang juga,” kata Gus Yahya dikutip dari laman NU Online.

“NU akan berusaha melakukan apapun untuk membantu,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat internasional untuk bersama-sama melakukan sesuatu agar perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina bisa segera dihentikan.

Sementara itu, Duta Besar Ukraina, Vasyl Hamianin menyebut bahwa invasi Rusia ke Ukraina yang terjadi sejak 24 Februari 2022 lalu merupakan bencana kemanusiaan dan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun.

“Apa yang terjadi di Ukraina saat ini adalah bencana kemanusiaan,” kata Hamianin.

Oleh karena itu, ia berharap komunitas dunia bersatu untuk menghentikan invasi Rusia ke Ukraina demi terwujudnya perdamaian dan stabilitas keamanan dunia.

“Tidak ada yang bisa membenarkan perang, tidak ada yang bisa membenarkan pembunuhan warga sipil, tidak ada yang bisa membenarkan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujarnya.

“Itulah mengapa kami menyerukan kepada komunitas dunia, masyarakat, kepada media, kepada organisasi keagamaan, komunitas agama, untuk berdiri dan mengakhiri perang ini,” imbuhnya.

1 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PBNU Perang Rusia Ukraina
Editor : Setyo Puji Santoso
To top