Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah Akui Kemerdekaan, Rusia Buka Dialog dengan Republik Donetsk dan Luhansk

Para separatis di kawasan Donetsk dan Luhansk yang didukung oleh Rusia, yang secara kolektif dikenal sebagai Donbass, memisahkan diri dari kendali pemerintah Ukraina pada 2014 dan memproklamirkan diri sebagai “republik rakyat”.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  20:40 WIB
Mural Gerakan Nasional Kadet Angkatan Darat Muda di Moskwa, Rusia, Kamis (24/2/2022). Pasukan Rusia menyerang Ukraina setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi untuk
Mural Gerakan Nasional Kadet Angkatan Darat Muda di Moskwa, Rusia, Kamis (24/2/2022). Pasukan Rusia menyerang Ukraina setelah Presiden Vladimir Putin memerintahkan operasi untuk "demiliterisasi" Ukraina, yang memicu kecaman internasional dan ancaman AS akan "sanksi berat" lebih lanjut terhadap Moskwa. - Bloomberg/Andrey Rudakov

Bisnis.com, JAKARTA- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov akan berdialog dengan para pejabat dari Republik Donetsk dan Luhansk, yang memproklamirkan diri, di bagian timur Ukraina pada Jumat.

Seperti dilansir Antara yang mengutip Reuters, Jumat (25/2/2022),  dialog itu dilakukan  terkait rencana pembukaan kedutaan besar di Moskow, menurut kementerian luar negeri Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani surat keputusan pada Senin untuk mengakui dua kawasan yang memisahkan diri itu sebagai negara-negara independen sebelum melakukan invasi penuh terhadap Ukraina.

Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa semua pihak akan mendiskusikan operasi militer Rusia di Ukraina, serta pembukaan kedutaan besar Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk di Moskow. Mereka juga akan membahas pembukaan misi diplomatik Rusia di kedua kawasan tersebut.

Para separatis di kawasan Donetsk dan Luhansk yang didukung oleh Rusia, yang secara kolektif dikenal sebagai Donbass, memisahkan diri dari kendali pemerintah Ukraina pada 2014 dan memproklamirkan diri sebagai “republik rakyat”.

Putin memerintahkan “operasi khusus militer ” terhadap Ukraina pada Kamis untuk mengeliminasi apa yang disebutnya sebagai ancaman keamanan serius atas Rusia. Dia mengatakan berniat untuk melakukan demiliterisasi tetangganya di bagian selatan itu.

Ukraina mengatakan bahwa ibu kotanya, Kiev, dan bagian-bagian lain negara tersebut diserang oleh misil Rusia pada Jumat dini hari. Seorang pejabat senior Ukraina mengatakan bahwa pasukan Rusia akan memasuki area-area di luar Kiev pada Jumat.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top