Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Shopee hingga Tokopedia Take Down Minyak Goreng di Atas Rp14 Ribu

Kemendag meminta e-commerce menghapus penjual minyak goreng yang tawarkan harga di atas HET.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 22 Februari 2022  |  07:16 WIB
Seorang pengunjung memilih minyak goreng kemasan di Supermarket GS, Mal Boxies123, Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/12/2021).  - Antara Foto/Arif Firmansyah/tom.\r\n
Seorang pengunjung memilih minyak goreng kemasan di Supermarket GS, Mal Boxies123, Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/12/2021). - Antara Foto/Arif Firmansyah/tom.\\r\\n

Bisnis.com, SOLO - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta e-commerce untuk mengawasi adanya perdagangan minyak goreng.

Toko online seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak hingga Lazada pun diminta untuk 'take down' pedagang nakal.

Pasalnya kini banyak minyak goreng yang dijual di atas harga Rp14 ribu.

"Kami juga memantau e-commerce, pada marketplace yang memfasilitasi perdagangan, harus men-take down manakala ada pelaku perdagangan yang menjual minyak goreng lebih dari HET," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan dalam diskusi virtual pada Selasa (15/2/2022) lalu.

Menurutnya, minyak goreng yang dijual online pun berada di kisaran harga Rp17-25 ribu per liter.

Menanggapi teguran tersebut, Shopee melalui Head of Public Affairs mereka akan melakukan koordinasi penetapan harga minyak goreng secara online.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan sebagian besar distributor masih menahan pasokan minyak goreng ke pasar. 

Hal itu menyebabkan harga minyak goreng masih berada di angka yang melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Lutfi mengatakan kementeriannya sudah menyalurkan sekitar 73 juta liter minyak goreng untuk menutupi keperluan masyarakat di angka 280 juta liter pada Februari 2022.

Semestinya, menurut Lutfi, alokasi itu sudah dapat menekan gejolak harga mendekati HET untuk minyak curah di pasar sebesar Rp11.500. Hanya saja, Lutfi mendapati harga minyak curah masih tertahan di posisi Rp20.000 per kilogram di Pasar Tambak Rejo, Surabaya.

“Dalam empat hari terakhir kita sudah menggelontorkan 73 juta liter minyak goreng di seluruh Indonesia, yang kebutuhannya biasanya hanya separuh atau malah tidak sampai separuh dari 73 juta liter itu. Tapi karena ini barangnya masih jarang kita ingin pastikan distribusi turun segera,” kata Lutfi saat meninjau Pasar Tambak Rejo, Surabaya, Jumat (18/2/2022).

Menurut Lutfi, gejolak harga minyak goreng tidak hanya terjadi pada sisi hulu tetapi belakangan juga terhambat dari sisi penyaluran ke pasar tradisional. 

Dia mengatakan kementeriannya saat ini tengah berfokus untuk menguraikan permasalahan distribusi minyak curah agar dapat mengimbangi pasokan minyak kemasan yang juga terbatas di ritel modern.

“Saya akan mengecek di mana kebuntuannya kenapa ada yang masih main-main dengan harga tersebut. Jadi begini, harga minyak curah itu Rp11.500, nanti akan ada truk setiap hari ke pasar dengan harga Rp10.500 tiap hari sebagai penyeimbang harga supaya tidak ada yang main-main lagi,” kata dia, dikutip dari pemberitaan Bisnis pada Jumat (18/2)

Menurut dia, ketersediaan minyak goreng dari produsen sudah berangsur pulih dengan ketetapan HET yang anyar dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Kendati demikian, proses penyaluran ke tengah masyarakat belakangan masih terhambat lantaran adanya penimbunan komoditas strategis tersebut sejak akhir tahun lalu.

“Jadi minyaknya sekarang sudah ada, sekarang itu kalau orang bilang itu permasalahannya itu ada di kecil-kecilnya, nah ini saya akan terobos, saya akan singkirkan semua permasalahan-permasalahan itu agar distribusi berjalan dengan baik,” kata dia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak goreng harga minyak gorang
Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top