Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

71 Persen Publik Puas dengan Kinerja Jokowi, Periode Juli 2021 jadi Terendah

Pengendalian Covid-19 dilaporkan turut membawa peningkatan kepuasan akan pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 21 Februari 2022  |  00:44 WIB
Peneliti pada Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi - Antara/Hafidz Mubarak
Peneliti pada Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi - Antara/Hafidz Mubarak

Bisnis.com, JAKARTA – Penanganan pandemi Covid-19 yang terkendali dilaporkan membawa kepuasan hingga 71 persen terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo. 

Hasil ini merupakan bagian dari survei yang dilakukan Lembaga Indikator Politik Indonesia dalam sigi “Sikap Publik terhadap Omicron, Vaksin Booster, Pembelajaran Tatap Muka, dan Protokol Kesehatan.” Salah satu hasilnya adalah mayoritas responden puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo.

Executive Director of Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa publik yang sangat puas ada 20 persen. Cukup puas 51 persen, kurang puas 20,9 persen, tidak puas sama sekali 3,9 persen, dan tidak jawab 4,2 persen.

“Mereka yang puas dan sangat puas kalau kita gabung sekitar 71 persen. Yang kurang puas atau gak puas dengan kinerja Presiden sekitar 25 persen,” katanya pada saat memaparkan hasil survei, Minggu (20/2/2022).

Berdasarkan catatan Indikator, tingkat kepuasan publik terendah ke Jokowi terjadi pada Juli 2021 dengan angka 59 persen. Kemudian melonjak pada November tahun lalu jadi 72 persen. Setelah itu stabil, yakni 71 persen pada Desember dan hasil survei terbaru

“Trennya agak sedikit turun dibangin November tapi kurang-lebih stabil di bulan Desember,” jelas Burhanuddin.

Indikator melakukan survei pada 15 Januari sampai 17 Februari 2022. Target populasi survei adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki akses internet lewat telepon pintar, sekitar 69 persen dari total populasi nasional.

Dari populasi tersebut, diperoleh sampel secara acak sebanyak 626 responden yang mengisi kuesioner secara online atau computer assisted web interviewing.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 626 responden memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Proses survei online terdiri dari empat tahapan utama, yakni random recruitment, pemberian kode akses yang unik, screening, dan web interviewing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi survei
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top