Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ganjar: Pengukuran di Desa Wadas untuk Warga yang Sudah Sepakat

Ganjar Pranowo mengklaim bahwa pengukuran tanah di desa Wadas hanya dilakukan di lahan milik warga yang sudah setuju dengan pembangunan proyek Bendugan Bener.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 09 Februari 2022  |  12:48 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo - Antara
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo angkat bicara soal pengukuran di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah yang berujung penangkapan sejumlah warga.

Ganjar mengklaim bahwa pengukuran tanah di desa Wadas hanya dilakukan di lahan milik warga yang sudah setuju dengan pembangunan proyek Bendugan Bener.

"Yang dilakukan pengukuran adalah mereka yang sudah sepakat," kata Ganjar dalam konferensi pers, Rabu (9/2/2022).

Ganjar menyebut bahwa pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak melakukan pengukuran di tempat warga yang tak setuju atas pembangunan Bendungan Bener.

"Kami tidak akan masuk ke yang belum sepakat, untuk menghormati sikapnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Ganjar pun meminta maaf atas tindakan represif aparat ke warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.

Diketahui, petugas dari BPN masuk ke Desa Wadas untuk melakukan pengukuran. Mereka dikawal oleh ribuan polisi yang masuk pada sekitar pukul 10 pagi pada Selasa (8/2). Pengukuran ini untuk pembangunan proyek Bendungan Bener.

"Pertama, saya ingin menyampaikan minta maaf kepada seluruh masyarakat Purworejo dan khususnya masyarakat di Wadas. Karena kemarin mungkin ada yang merasa tidak nyaman, saya minta maaf," kata Ganjar.

Ganjar mengklaim telah menjalin komunikasi intensif dengan Kapolda Jateng dan Komnas HAM guna memantau perkembangan yang ada di Purworejo.

Sebelumnya, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam tindakan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga Wadas yang dilakukan oleh Polresta Purworejo yang menolak penambangan Quarry di Desa Wadas untuk pembangunan Bendungan Bener.

"Saat sedang sarapan di sekitaran lokasi tersebut, mereka didatangi polisi dan dibawa ke Polsek Bener. Istrinya kemudian melarikan diri dan sampai ke Desa Wadas, sedangkan suaminya hingga saat ini masih belum diketahui keberadaanya," kata perwakilan YLBHI Zainal dalam keterangan tertulis, Selasa (8/2/2022)

Dikatakan, sejak Senin (7/2), ratusan aparat kepolisian telah melakukan apel dan mendirikan tenda di Lapangan Kaliboto, Belakang Polsek Bener yang bertepatan dengan pintu masuk Desa Wadas. Kondisi ini berbarengan pula dengan matinya lampu di Desa Wadas sedangkan desa lain tidak terjadi.

YLBHI juga melaporkan, sejak pagi tadi sinyal di Desa Wadas tiba-tiba hilang. Hal itu berbarengan dengan apelnya ratusan polisi pada pukul 08.00 WIB di Lapangan Kaliboto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ganjar pranowo polda jateng sengketa lahan bendungan wadas
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top