Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PPATK Selidiki 73.000 Transaksi Keuangan Mencurigakan Sepanjang 2021

73.000 laporan transaksi keuangan itu telah dilaporkan oleh masyarakat kepada PPATK secara daring maupun luring sepanjang tahun 2021.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 31 Januari 2022  |  21:35 WIB
PPATK Selidiki 73.000 Transaksi Keuangan Mencurigakan Sepanjang 2021
Ivan Yustiavandana dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk masa jabatan 2021/2026 di Istana Negara pada Senin, 25 Oktober 2021 / Youtube Setpres
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) tengah menyelidiki sebanyak 73.000 laporan transaksi keuangan mencurigakan sepanjang tahun 2021 kemarin

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengemukakan bahwa 73.000 laporan transaksi keuangan itu telah dilaporkan oleh masyarakat kepada PPATK secara daring maupun luring sepanjang tahun 2021.

Di samping itu, menurut Ivan, pada tahun yang sama, PPATK juga menerima 19,7 juta laporan transaksi dari dalam negeri ke luar negeri maupun sebaliknya.

"Ada juga 2,4 juta laporan transaksi keuangan tunai dan 39.000 laporan transaksi penyedia barang dan jasa," tuturnya di Gedung DPR, Senin (31/1).

Selain itu, kata Ivan, PPATK juga telah memberikan 1.104 laporan hasil analisis termasuk di dalamnya yang mendukung fit and profer test pada seleksi jabatan pimpinan tinggi.

"PPATK juga telah menyampaikan 24 Laporan Hasil Pemeriksaan, 23 Rekomendasi kebijakan dan juga pelaksanaan pendidikan dan pelatihan anti pencucian uang kepada 270 penyidik TPPU," kata Ivan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ppatk transaksi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top