Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspadai Gelombang Omicron, Pemerintah Siapkan 80.000 Tempat Tidur

Penyediaan 80.000 tempat tidur disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Omicron.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 24 Januari 2022  |  13:36 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, Senin (10/05/2021), di Jakarta - Humas Setkab - Rahmat
Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas, Senin (10/05/2021), di Jakarta - Humas Setkab - Rahmat

Bisnis.com, JAKARTA-Pemerintah akan menyiapkan 80.000 tempat tidur rumah sakit untuk hadapi melonjaknya Covid-19 varian Omicron.

Menteri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini yang sudah terisi sudah 5.000 tempat tidur dan persediaan tempat tidur bisa ditingkatkan lagi menjadi 150.000.

“Selain bed, kita siapkan obat-obatan, tenaga kesehatan, mudah-mudahan tidak dibutuhkan. Semoga yang masuk rumah sakit rendah,” kata Budi dalam siaran pers virtual, Senin (24/1/2022).

Menurut Budi, dari lebih 1.600 pasien Omicron yang terdata di Indonesia, hanya beberapa yang butuh bantuan oksigen.

"Dari 1.600-an yang terkena Omicron, yang memang dirawat dan butuh oksigen hanya sekitar 20," bebernya.

"Ini masih jauh dan sangat rendah dibandingkan Delta," sambungnya.

Menkes juga menambahkan peningkatan kasus Omicron di Indonesia sudah sesuai prediksi dan antisipasi pemerintah. Saat ini juga terlihat kasus perawatan di rumah sakit dan angka kematian cenderung kecil namun ia meminta masyarakat tetap waspada.

"Paling banyak Omicron akan terjadi di DKI Jakarta dan Jabodetabek. Dalam dua pekan ke depan kita akan mempercepat booster di sana," tambahnya.

Kemenkes sebelumnya melaporkan per hari ini (24/1/2022) total kasus Omicron mencapai 1.626 kasus. Terdiri dari PPLN 1.019, non PPLN 369 orang.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 omicron
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top