Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sedikit Lebih Rendah dari Tuntutan, Bos PT AMS Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Jasindo

Fahzal menjelaskan bahwa hal yang meringankan adalah Kiagus berlaku sopan di persidangan. Lalu, telah mengembalikan uang yang diterimanya dan belum pernah dihukum sebelumnya.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  17:06 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pemilik PT Ayodya Multi Sarana (AMS) Kiagus Emil Fahmy Cornain divonis 5 tahun penjara dan bayar uang pengganti Rp1,3 miliar terkait korupsi pembayaran komisi terhadap agen asuransi fiktif di PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). Ini sedikit lebih rendah dari tuntutan.

Hakim Ketua Fahzal Hendri mengatakan bahwa setidaknya ada beberapa hal membuat Kiagus divonis demikian.

“Hal yang memberatkan. Terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Terdakwa tidak mengakui perbuatannya,” katanya di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Selasa (18/1/2022).

Fahzal menjelaskan bahwa hal yang meringankan adalah Kiagus berlaku sopan di persidangan. Lalu, telah mengembalikan uang yang diterimanya dan belum pernah dihukum sebelumnya.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp200 juta dengan ketentuan apabila benda tersebut tidak dibayar akan diganti dengan Pidana kurungan selama 1 bulan,” jelasnya.

Bukan hanya itu, Kiagus juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp1.330.668.513,27.

“Dikurangkan dan diperhitungkan dengan uang yang telah dititipkan terdakwa ke rekening KPK sebesar Rp1.330.678.513,27 dan kelebihan uang yang dititipkan oleh terdakwa kembalikan kepada terdakwa,” ungkapnya.

Vonis ini sedikit lebih ringan dari tuntutan. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) Nur Azis mengatakan bahwa Kiagus dituntut 5 tahun dan pidana denda sebesar Rp250 juta subsider dengan pengganti selama 3 bulan.

Kiagus juga dijatuhkan pidana tambahan berupa membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp1.330.668.513,27. Besaran tersebut setelah memperhitungkan uang yang telah disetorkan oleh terdakwa ke rekening penampungan KPK.

\"Masing-masing sebesar Rp330.668.000, Rp1 miliar, dan Rp10.000,\" ucap Azis, Selasa (28/12/2021).

Kasus Kiagus merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat Mantan Dirut Jasindo (2008-2013) Budi Tjahjono. Budi telah divonis tujuh tahun penjara lantaran terbukti melakukan korupsi.

Dalam putusan hakim, Budi terbukti memperkaya diri sendiri, orang lain dan korporasi. Adapun, Budi diperkaya Rp6 miliar dan US$462.795.

Dia juga disebut memperkaya Kiagus Emil Fahmy Cornain, selaku orang kepercayaan Kepala BP Migas sebesar Rp1,3 miliar, mantan Dirkeu dan Investasi PT Jasindo Solihah sebesar US$198.340 dan Soepomo Hidjazie selaku Direktur PT Bravo Delta Persada (tahun 2008-2012 agen Asuransi Jasindo) sebesar US$137.000.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top