Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dukung Tukang Bangunan Tersertifikasi, Menaker: Diharapkan Bisa Bersaing di Luar Negeri

Menaker Ida Fauziyah mendukung adanya sertifikasi tenaga kerja terampil konstruksi untuk tukang bangunan di Indonesia agar bisa bersaing mencari lapangan pekerjaan.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  13:51 WIB
Dukung Tukang Bangunan Tersertifikasi, Menaker: Diharapkan Bisa Bersaing di Luar Negeri
Menaker Ida Fauziyah dalam konferensi pers virtual Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang dipantau dari Jakarta pada Senin (12/4/2021). - Antara\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah berharap tukang bangunan di Indonesia diakui sebagai tenaga kerja terampil konstruksi.

Ia pun mendukung tukang bangunan mendapat sertifikasi kerja, agar bisa bersaing mencari lapangan kerja.

Selain mendapat pekerjaan dengan mudah, sertifikasi tersebut bisa dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan tukang.

Bahkan apabila seorang tukang telah tersertifikasi, peluang untuk bekerja di luar negeri bisa dilakoni.

"Agar kompetensi tukang bangunan diakui dan dapat bersaing dengan tukang negara lain maka harus memiliki sertifikasi," kata Menaker pada Jumat (7/1/2022), dikutip dari laman Kemnaker.go.id.

Dari situ, Ida mendorong DPN Perkasa berkoordinasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) agar tukang bangunan segera memiliki sertifikasi.

"Jadi saran saya kepada teman-teman agar menjalin komunikasi dengan BNSP," lanjut Ida.

Kemudian, tukang bangunan yang ada di daerah dapat memanfaatkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) dengan kejuruan konstruksi untuk meningkatkan kompetensinya (up skilling).

"Kita punya BLK yang punya kejuruan konstruksi yang anggota DPN bisa memanfaatkan keberadaan lembaga-lembaga pelatihan dalam rangka up skilling, atau skilling bagi mereka yang ingin menjadi tukang,"

Meskipun tak semua daerah memiliki kejuruan konstruksi, namun ia berharap BLK dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para tukang.

"Hampir semua BLK-BLK kita mempunyai kejuruan konstruksi, kecuali Bekasi, Lembang Bandung, Semarang, tapi yang lain hampir semuanya mempunyai kejuruan konstruksi,"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menaker Kemenaker
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top