Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terungkap! Ini Alasan Masyarakat Ogah Ikut Vaksinasi Booster

Survei yang digelar Indikator Politik mengungkapkan alasan masyarakat ogah ikut vaksinasi dosis ketiga atau booster. Apa penyebabnya?
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 09 Januari 2022  |  21:16 WIB
Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes) siap menyuntikkan vaksin dosis ketiga atau booster - Twitter Kemenkes RI
Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes) siap menyuntikkan vaksin dosis ketiga atau booster - Twitter Kemenkes RI

JAKARTA – Rilis survei dari Indikator Politik Indonesia mendapati bahwa lebih banyak masyarakat enggak mengikuti rencana pemerintah mengadakan vaksin dosis ketiga atau booster.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan bahwa ada 54,8 persen masyarakat yang tidak setuju, 41,7 persen setuju.

Sementara itu, masyarakat yang tidak menjawab atau tidak tahu ada 3,5 persen

"Bahkan, dikasih booster pun masyarakat lebih banyak yang tidak setuju ketimbang setuju," katanya saat memaparkan hasil rilis secara daring, Minggu (9/1/2022).

Burhan menjelaskan bahwa masyarakat tidak setuju juga lebih banyak ditemukan dalam hasil survei terkait vaksinasi terhadap anak usia 3 tahun sampai 12 tahun.

Ada 63,2 persen tidak setuju, 34,2 persen setuju, dan sisanya 2,7 persen tidak menjawab atau tidak tahu

Menurutnya, isu terkait vaksinasi itu sangat serius sehingga harus segera diatasi oleh pemerintah.

"Karena bagaimanapun masalah ini bisa menjadi masalah tersendiri di luar dari isu teknis terkait dengan ketersediaan vaksin dan vaksinator. Kalau masyarakat tidak setuju ya repot," jelasnya.

Sikap masyarakat yang tidak setuju itu juga menjadi sebab isu-isu terkait lainnya. Semisal, tambah Burhan, terkait dengan beberapa vaksin yang tidak segera terdistribusi.

“Dan itu potensial expired karena makin lama makin sulit untuk dicari warga yang bersedia untuk divaksin. Sementara vaksinnya ada, tetapi kalau secara psikologis masyarakat menolak, itu juga jadi masalah,” ucapnya.

Survei Indikator dilakukan secara nasional mulai 6 September sampai 11 Desember 2021. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling.

Total sampel 2020 responden dengan jumlah sampel basis sebanyak 1.220 orang yang tersebar proporsional di 34 provinsi serta dilakukan penambahan sebanyak 800 responden di Jawa Timur.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan sekitar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksinasi Vaksin Booster Vaksin Booster Covid-19
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top