Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BRIN Fokus Program Riset dan Inovasi Sistem Keamanan Tenaga Nuklir

BRIN akan memfokuskan fasilitas nuklir secara terpusat di Puspitek, Serpong, baik yang berbasis reaktor maupun akselerator.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 14 Desember 2021  |  15:35 WIB
Badan Pengawas Tenaga Nuklir - Verifikasi Izin Radioterapi Linac di RS Indriati Solo dan Brakhiterapi di RS Grandmed Lubuk Pakam.  - Bapeten
Badan Pengawas Tenaga Nuklir - Verifikasi Izin Radioterapi Linac di RS Indriati Solo dan Brakhiterapi di RS Grandmed Lubuk Pakam. - Bapeten

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi (BRIN) akan memfokuskan fasilitas nuklir secara terpusat di Puspitek, Serpong, baik yang berbasis reaktor maupun akselerator.

Salah satu program riset dan invoasinya adalah terkait Sistem Pemantauan Radiasi untuk Keselamatan dan Keamanan (SPRKK) tenaga nukilr.

Hal itu bertujuan agar revitalisasi infrastuktur riset ketenaganukliran sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan serta teknologi terkini.

“Harapannya, kita akan setara dengan negara-negara maju dalam 4 atau 5 tahun kedepan,” kata Kepala Rumah Program (RP) BRIN melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (OR TN) Agus Sumaryanto, dalam Webinar Riset BRIN #2, secara daring, Selasa (14/12/2021).

Sekadar mengingatkan, pada Februari tahun 2020, Badan Pengawas Teknologi Nuklir (Bapepeten) mengumumkan ada paparan radiasi nuklir di perumahan Batam Indah I, komplek rumah  dekat Puspitek Serpong. Temuan tersebut membuat heboh.

Selain itu, lanjut Agus, riset dan inovasi teknologi nuklir kedepan difokuskan pada pada riset Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), dan teknologi radiasi nuklir dan berkas partikel.

Ketiga fokus riset ini tertuang dalam Rumah Program (RP) BRIN melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (OR TN) 2022-2024.

Menurut Agus, pengembangan SPRKK betujuan untuk memantau adanya keluar masuk zat radioaktif atau barang yang terkontaminasi zat radioaktif.

Melalui pengembangan teknologi ini, nantinya dapat dipantau tingkat radiasi di lokasi tertentu, baik di lingkungan ataupun di lokasi  yang memiliki nilai strategis terkait dengan keselamatan dan keamanan masyarakat.

“Riset SPRKK kita lakukan untuk detektor radiasi, baik dalam bentuk handheld, portal, maupun untuk lingkungan,” jelas Agus,

Sedangkan, riset terkait PLTN akan dilakukan mulai dari front-end hingga back-end.

“Bagaimana kita menyiapkan riset terkait bahan baku, eksplorasi, daur bahan bakar, pengelolaan limbah, keselamatan, hingga kebijakan sistem energi nasional,” lanjutnya.

Untuk teknologi radiasi nuklir dan berkas partikel, tutur Agus, adalah bagaimana BRIN dapat memanfaatkan teknologi iradiator, akselerator, dan teknologi berkas neutron.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top