Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Pengalihan Lahan Suaka Margasatwa Karang Gading Naik Penyidikan

Tim penyidik telah menemukan adanya peristiwa pidana dengan bukti permulaan yang cukup dalam kasus pengalihan lahan di Kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 06 Desember 2021  |  11:05 WIB
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak. - Antara\r\n
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak. - Antara\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara telah meningkatkan status kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengalihan Fungsi Kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading/Langkat Timur Laut Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat ke tingkat penyidikan.

Penetapan status penyidikan sesuai Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Nomor Print-16/L.2/Fd.1/11/2021 tanggal 30 November 2021.

"Adapun dikeluarkannya Surat Perintah Penyidikan terhadap perkara dimaksud merupakan tindak lanjut dari hasil penyelidikan Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Nomor Print-26/L.2/Fd.1/11/2021 tanggal 15 November 2021 yang lalu," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer dalam keterangan resmi, Senin (6/12/2021).

Leonard mengatakan, tim penyelidik telah menemukan adanya peristiwa pidana dengan bukti permulaan yang cukup dalam kasus pengalihan Kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading/Langkat Timur Laut, tepatnya di Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat.

Leonard mengatakan penyidik menemukan fakta bahwa sebagian Kawasan Suaka Margasatwa telah dialihfungsikan dari Hutan Bakau (mangrove) menjadi perkebunan sawit dengan luas 210 hektare.

Di atas lahan itu, ternyata juga sudah ditanami sebanyak 28.000 pohon dan telah diterbitkan 60 Sertifikat Hak Milik atas nama perorangan.

"Yang mana setelah dilakukan pemeriksaan permintaan keterangan dan dokumen terkait, ternyata lahan tersebut hanya dikuasai/dimiliki oleh 1 (satu) orang yang diduga sebagai mafia tanah dengan modus menggunakan nama sebuah Koperasi Petani yang seolah-olah sebagai pemilik lahan dan mengelola perkebunan sawit tersebut," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kejagung kejati mafia tanah
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top