Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gunung Semeru Masih Erupsi, Kementerian ESDM: Waspada terhadap Curah Hujan Tinggi

Kementerian ESDM mencatat erupsi susulan masih terjadi di Gunung Semeru per hari ini, Minggu (5/12/2021) dalam skala yang lebih kecil.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 05 Desember 2021  |  22:17 WIB
Gunung Semeru yang mengeluarkan awan panas terlihat dari Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). ANTARA FOTO - Ari Bowo Sucipto
Gunung Semeru yang mengeluarkan awan panas terlihat dari Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). ANTARA FOTO - Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA – Gunung Semeru hari ini, Minggu (5/12/2021) dilaporkan masih mengalami beberapa kali erupsi setelah kemarin meletus dengan mengeluarkan awan panas dan debu vulkanik yang cukup besar. 

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono mengatakan erupsi terjadi dini hari hingga siang menjelang. Eruspsi susulan pertama tercatat terjadi pada pukul 00.30 WIB. Kedua, pada 05.00 WIB, dan ketiga, 10.00 WIB.

“Memang ciri khas erupsi Gunung Semeru adalah awan panas berguguran erupsinya. Kami mencatat ada tiga kali hari ini,” katanya melalui konferensi pers virtual, Minggu (5/12/2021).

Eko menjelaskan erupsi pada hari ini pada kejadian dua pertama tidak terlihat seberapa jauh luncurannya. "Karena visualisasi tertutup kabut. Untuk jam 10.00 masih terpantau dan kurang lebih luncurannya 2 Km dari puncak. Sedikit menurun jarak luncurnya,” jelasnya.

Kementerian ESDM masih menelusuri jarak luncuran erupsi Semeru pada kejadian kemarin Sabtu (4/12/2021). Berdasarkan prakiraan sejumlah pihak, lucuran disebut antara 10 Km sampai 11 Km namun ada juga yang menghitung 4 Km sampai 5 Km.

“Yang penting kita waspadai adalah tingkat curah hujan. Mudah-mudahan tidak terlalu ekstrem sehingga tidak memicu hal-hal lain,” ucapnya.

Di saat yang sama, Kementerian ESDM masih memonitor penyebab erupsi Semeru membesar mendadak. Eko menerangkan bahwa pihaknya sebelumnya mencatat aktivitasnya masih normal.

“Apa ada faktor esktrenal berupa curah hujan tinggi? Sehingga membuat ketidakstabilan kubah lava sehingga terjadi awan panas yang luncurannya cukup jauh,” ungkap melempar hipotesa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gunung Semeru
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top