Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan Ban Serep, Perlukah Calon Wakil Panglima TNI?

Jokowi menghidupkan kembali posisi Wakil Panglima TNI melalui Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 15 November 2021  |  08:20 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono (kanan) berjalan menuju KRI Makasar-590 di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/11/2021). - Antara
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono (kanan) berjalan menuju KRI Makasar-590 di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (10/11/2021). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kursi Wakil Panglima TNI menjadi perbincangan usai Jenderal TNI Andika Perkasa disetujui DPR sebagai calon Panglima TNI. Perlukah posisi Wakil Panglima TNI?

Beragam pendapat soal kursi Wakil Panglima TNI ini. Ada yang menilai perlu, tapi ada juga yang menganggap tidak perlu. Tapi, dasar acuan posisi itu adalah saat Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghidupkan kembali posisi Wakil Panglima TNI melalui Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia. Jadi, posisi Wakil Panglima TNI sendiri bukanlah jabatan baru.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta M. Jamiluddin Ritonga menyarankan agar kursi wakil panglima TNI tidak perlu diisi, jika diisi jenderal bintang 4.

Pengisian kursi itu dimaksudkan untuk mengakomodasi Kasal Laksamana Yudo Margono yang tidak terpilih menjadi Panglima TNI.

"Kalau itu motivasinya, tentu sangat tidak logis. Sebab, kursi kosong diisi semata untuk mengakomodasi seseorang, bukan karena kebutuhan organisasi," tutur Jamil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (14/11/2021).

Dia menilai jabatan wakil panglima yang rumornya bakal diberikan ke Laksamana TNI Yudo Margono hal tersebut jelas-jelas atas pertimbangan politik.

Dampaknya, kata dia, tentu profesionalisme akan makin terusik. Oleh karena itu, jabatan tersebut bukan lagi jabatan yang bergengsi untuk ditempati oleh perwira yang menjabat sebagai kepala staf angkatan.

Menurut dia, secara fungsi administrasi dan komando, fungsi Wakil Panglima TNI itu melekat pada diri kepala staf, baik Kasad, Kasal, dan ataupun Kasau yang bertanggung jawab terhadap komando, pengembangan di setiap mantra masing-masing.

"Karena itu, sangat konyol bila jabatan itu diberikan kepada Yudo Margono yang saat ini jenderal bintang empat," ucap Jamil.

1 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panglima tni
Sumber : Antara, Bisnis.com
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top