Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cerita Tigor Simanjuntak Jualan Nasi Goreng Usai Dipecat KPK

Setelah resmi tidak berstatus pegawai KPK, Juliandi Tigor Simanjuntak langsung banting stir menjadi penjual Nasi Goreng di daerah Hankam kota Bekasi.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 13 Oktober 2021  |  10:53 WIB
Cerita Tigor Simanjuntak Jualan Nasi Goreng Usai Dipecat KPK
Juliandi Tigor Simanjuntak, mantan Pegawai KPK yang membuka usaha jualan nasi goreng di Jalan Raya Hankam Nomor 88 Kelurahan Jatirahayu Kecamatan Pondok Melati, Bekasi - JIBI/Bisnis - Indra Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak resmi dipecat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 57 eks pegawai KPK belum jelas nasibnya. Meski dikabarkan akan ditarik ke institusi Polri, namun hingga kini belum ada kabar kepastiannya.

Beberapa eks pegawai KPK pun ada yang berinisiatif untuk menjalankan usaha, termasuk Juliandi Tigor Simanjuntak yang merupakan eks pejabat fungsional di Biro Hukum KPK.

Setelah resmi tidak berstatus pegawai KPK, Juliandi Tigor Simanjuntak langsung banting stir menjadi penjual Nasi Goreng di daerah Hankam kota Bekasi. Tigor mengaku mantap menjalankan usaha kuliner tersebut dan berharap usaha ini terus jadi peruntungannya ke depan.

“Selama masih proses belum mendapatkan tempat, kita harus produktif. Menurut pandangan saya itu usaha salah satunya. Daripada nggak ada kegiatan,” ujar Bang Tigor sapaannya saat ditemui di lokasi dagangannya di Kota Bekasi, Jalan Raya Hankam Nomor 88 Kelurahan Jatirahayu Kecamatan Pondok Melati, Selasa (12/10/2021) malam.

Tigor mengatakan, baru menjalani usaha nasi goreng bersama rekan satu gerejanya selama tiga minggu ini.

"Baru tiga minggu, hari Sabtu. Saya tidak sendiri buka usaha ini, berdua sama teman dan dibantu dari teman-teman gereja," jelasnya.

Tigor menamai dagangannya 'Nasi Goreng Rempah KS'. Dia menjelaskan KS merupakan kepanjangan dari Kampung Sawah, dimana kampung sawah adalah daerah berkumpul bersama teman-temannya.

Dia memilih jualan nasi goreng karena memang hobi menyantap masakan tersebut sedari dulu. “Saya besar di Bandung dan banyak merasa masakan pinggir jalan, khususnya nasi goreng. Masakan ini banyak diminati, semua orang mungkin engga ada yang engga suka nasi goreng kayaknya," ujar Tigor.

Tigor mengaku, citarasa nasgornya berbeda karena mengkombinasikan olahan nasi goreng dengan bumbu rempah-rempah.

"Menurut saya engga banyak menyajikan itu, mungkin disepanjang jalan ini ada beberapa tukang nasi goreng yang kurang lebih kita sering makan gitu, nah itu ingin saya kembangkan kira-kira apa sih yang beda," ujarnya.

“Kalo saya bikin nasi goreng biasa-biasa kan nggak ada khasnya, kan. Saya coba masukin rempah-rempah yang khas. Tapi itu rahasia,” ucapnya terkekeh.

Adapun menu andalannya, yakni nasi goreng ayam krispi. Namun, proses pembuatannya butuh waktu lama, sehingga Tigor memilih tidak menyediakan menu tersebut saat ini.

“Buatnya agak lama lama. Akhirnya kita skip dulu. Kalo kita punya tenaga yang banyak akan ada lagi,” kata dia.

Dia mengaku belajar memasak nasi goreng secara otodidak. Sejak dinonjobkan hampir lima bulan di KPK, dirinya kerap baca buku makanan dan menonton Youtube. “Dari nonton itu saya coba-coba masak nasi goreng," jelasnya.

Omsetnya sendiri, kata Tigor, per hari bisa menjual 15-20 porsi dengan harga Rp13.000 per porsi. Dia membuka warungnya dari jam 6 sore hingga jam 10 malam. “Jika weekend bisa sampai 30 porsi. Itu udah lumayan,” ungkapnya.

Tigor berharap, usaha nasi gorengnya bisa berkembang dan membuka banyak cabang. “Mudah-mudahan rasanya diterima oleh pelanggan. Saya berharap memiliki beberapa cabang. Bisa memberi berkah yang lain,” harapnya.

Menerima jadi ASN Polri?

Terkait tawaran Polri untuk merekrut eks pegawai KPK, Tigor mengaku belum bisa memutuskan. “Saya belum tahu ke depannya. Belum bisa pastiin juga. Karena belum tau mekanismenya juga,” ujarnya.

Namun, jika diberi kesempatan menjadi bagian pemberantas korupsi, Tigor mengaku siap. “Jika diberi kesempatan memberantas korupsi lagi saya senang karena itu impian saya. Jika Polri memberi tempat, itu jadi tantangan kami. Di manapun kami berada bisa memberikan kontribusi yang sama,” ungkapnya.

Meski begitu, dia tidak akan meninggalkan usaha yang digelutinya saat ini.

“Andai saya diterima, saya harap ini akan berjalan terus. Makanya saya ingin bangun sistemnya. Mudah-mudahan bisa buka cabang.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK polri ASN
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top