Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei Indikator: Mayoritas Warga Tolak Vaksinasi dan Booster Berbayar

Kebijakan vaksin dan booster berbayar bisa berpotensi mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 26 September 2021  |  16:45 WIB
Vaksin Sinovac. - Antara
Vaksin Sinovac. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Hasil survei Indikator Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas warga mengaku tidak setuju atas keputusan pemerintah yang menyediakan vaksin berbayar bagi kalangan tertentu.

Hal itu dibuktikan dengan capaian 57,9 persen responden yang kurang setuju dan tidak setuju sama sekali atas kebijakan tersebut.

Kendati demikian, dikutip dari laman Indikator Politik Indonesia, Minggu (26/9/2021), tercatat sekitar 31,3 persen responden mengaku cenderung setuju dengan keberadaan vaksinasi berbayar

Lebih lanjut, terkait vaksin dosis ketiga atau booster, mayoritas responden juga menyatakan tidak setuju sebesar 53,9 persen, namun terdapat sekitar 34,2 persen responden yang cenderung setuju.

“Ini akan berkonsekuensi besar terhadap pemerintah, penyediaan vaksin berbayar bisa mendorong percepatan program, di sisi lain, menjalankan program yang kurang atau tidak didukung publik akan berdampak buruk terhadap pemerintah sendiri. Ini harus mendapat pertimbangan khusus,” tulis Indikator dalam kesimpulannya. 

Sementara itu, Vaksin Nusantara dan Merah-Putih ternyata sedikit didengar warga, terutama Vaksin Merah-Putih, baru diketahui oleh sekitar 19 persen responden.

Namun demikian, di antara warga yang tahu, mayoritas bersedia divaksin menggunakan masing-masing vaksin tersebut.

Dengan demikian, kedua produk ini potensial mendapat penerimaan yang tinggi oleh warga, sehingga sebaiknya menjadi pertimbangan untuk realisasinya ke depan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Vaksin vaksinasi
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top