Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alasan Daerah Sulit Turunkan Level saat Penerapan PPKM Jawa-Bali

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kontak erat menjadi alasan daerah sulit turunkan level penerapan PPKM.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 September 2021  |  09:19 WIB
Alasan Daerah Sulit Turunkan Level saat Penerapan PPKM Jawa-Bali
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan konferensi pers evaluasi PPKM Darurat Jawa-Bali, Sabtu (17/7/2021). - zoom meeting
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Pemerintah resmi memperpanjang penerapan PPKM Level Jawa-Bali dari 7 hingga 13 September 2021.

Perpanjangan PPKM Level diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, yang juga didapuk sebagai Koordinator PPKM Jawa-Bali.

Luhut mengatakan, penurunan level yang signifikan terjadi di beberapa daerah kabupaten/kota.

Kabupaten/kota yang berada di level 4 menjadi semakin sedikit, dari semula 25 kabupaten/kota turun menjadi 11 kabupaten/kota.

Peningkatan yang signifikan terjadi pada level 2 di mana jumlah kabupaten/kota meningkat dari yang sebelumnya 27 menjadi 43 kabupaten/kota.

Meskipun memang diakuinya, ada daerah yang sulit mengalami penurunan level dalam penerapan PPKM ini.

Oleh sebab itu, pemerintah terus melakukan upaya penelusuran kontak erat agar penularan Covid-19 tak semakin banyak.

Ia berharap rata-rata rasio kontak erat bisa mencapai 10 orang dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

"Ini penting sekali, kami berharap memang bisa sampai rata-rata 10 kontak erat target pada waktu dua hingga tiga minggu ke depan," ujarnya dalam konferensi pers, dikutip dari Tempo.

Dia menuturkan, mengungkapkan rendahnya penelusuran kontak erat pasien COVID-19 atau rasio kontak erat menjadi alasan sejumlah daerah kesulitan untuk bisa turun level PPKM.

"Contohnya adalah rasio kontak erat. Meskipun telah terjadi kenaikan signifikan rasio kontak erat dari 3,37 di awal Agustus menjadi 7,89 per 5 September, namun pada banyak daerah rasio kontak eratnya masih di bawah 5, sehingga kemudian menghambat daerah tersebut untuk turun level," katanya.

Meskipun indikator transmisi atau penularan mengalami perbaikan, lanjut Luhut, namun respon pemerintah daerah untuk mencegah penambahan kasus COVID-19 masih terbilang rendah.

"Meskipun indikator transmisi mengalami perbaikan seperti yang saya sebutkan di atas, namun indikator respons kesehatan pada banyak wilayah kota/kabupaten masih belum memenuhi target yang ingin kami capai. Fokus inilah yang menjadi prioritas pemerintah dalam beberapa minggu ke depan," ucap sang Menko Marves.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

luhut binsar pandjaitan PPKM PPKM Darurat

Sumber : Tempo

Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top