Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPKM Level 4 Berakhir Hari Ini: Berikut Rapor Kasus Covid-19, dari Sembuh hingga Meninggal

Pada Mingu (1/8/2021), penambahan kasus Covid-19 di RI sebanyak 30.738 orang, dengan angka kematian 1.604 orang, dan jumlah pasien sembuh 39.446 orang.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 02 Agustus 2021  |  14:05 WIB
Peta zonasi kasus Covid-19 di Indonesia - covid19.go.id
Peta zonasi kasus Covid-19 di Indonesia - covid19.go.id

Bisnis.com, JAKARTA – Pada hari ini, Senin (2/8/2021), Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Sebelumnya, pemerintah telah memberlakukan PPKM Darurat sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Sejak 21 Juli hingga 25 Juli. Selanjutnya, pemerintah memperpanjang sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 dengan sejumlah pelonggaran.

Setelah tiga periode PPKM itu, bagaimana kondisi Covid-19 di Indonesia?

Berdasarkan data Satgas Covid-19 dan Worldometers.info, kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi menjelang PPKM Level 4 jilid 2 brakhir.

Pada Mingu (1/8/2021), penambahan kasus Covid-19 di RI sebanyak 30.738 orang, dengan angka kematian 1.604 orang, dan jumlah pasien sembuh 39.446 orang.

Adapun kasus aktif di RI sebanyak 535.135 orang. Bila dilihat dari per sejuta penduduk, maka angka kasus di RI 12.436 dan angka kematian 346, serta tes Covid-19 yang dilakukan 95.717.

Dengan angka-angka tersebut, tidak mengherankan bila Indonesia kerap masuk 3 besar dunia dalam pencatatan Worldometers.info, baik dari sisi jumlah kematian, kasus baru, dan angka kesembuhan.

Update kasus Covid-19 dunia, Senin (2/8/2021), menurut worldometers.info. Indonesia berada di nomor  14 dengan angka kematian tertinggi, yakni 1.604 orang./worldometers.info

Jumlah Kasus

Dilihat dari data Satgas Covid-19 menjelang berakhirnya PPKM Level 4 hari ini, secara kumulatif, kasus Covid-19 di RI 3.440.396 orang. Dari jumlah itu, jumlah kasus aktif 535.135 (15,6 persen), 2.809.538 orang sembuh (81,7 persen), dan 95.723 orang meninggal (2,8 persen).

Vaksinasi

Sementara, jumlah masyarakat yang telah menerima vaksin dosis pertama 1.478.168 orang atau  terjadi penambahan 251.654 orang pada Minggu (1/8/2021).

Kemudian, penerima vaksin dosis kedua sebanyak 20.673.079 atau terjadi penambahan sebanyak 138.256 orang pada Minggu (1/8/2021).

Lima Provinsi Tertinggi

Sampai hari ini, kasus Covid-19 tertinggi di DKI Jakarta sebanyak 817.359 (27,8 persen), disusul Jawa Barat 611.797 (17,8 persen), Jawa Tengah 385.980 (11,2 persen), Jawa Timur 19.224 (9,1 persen), Kalimantan Timur 119.224 (3,5 persen), dan DI Yogyakarta 119.136 (3,5 persen).

Dengan data-data di atas, beberapa pakar epidemiologi, serta penyakit paru menyarankan PPKM Level 4 tetap dilanjutkan, karena sejumlah target PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 belum tercapai.

Misalnya, Guru Besar Paru FKUI, Profesor Tjandra Yoga Aditama, Senin (2/8/2021), mengatakan, angka kematian pasien Covid-19 naik lebih dari tiga kali lipat.

Angka Kematian

Dia membandingkan data kematian pada 3 Juli dan 1 Agustus 2021. Hasilnya, kenaikan lebih dari tiga kali lipat.

Pada 3 Juli 2021, tercatat sebanyak 491 orang meninggal dunia akibat Covid-19, dan angka ini naik menjadi 1.604 orang pada 1 Agustus 2021.

Penularan Covid-19

Terkait penularan Covid-19, yang terjadi di masyarakat saat ini, Tjandra membandingkan data 1 Agustus 2021 dengan 3 Juli 2021.

Dia menemukan, angka kasus pada 1 Agustus 2021 masih berada di angka 30.768, atau lebih tinggi dibandingkan 3 Juli yang angka kasusnya mencapai 27.913.

"Harus diingat pernah ada target agar sesuai PPKM angka dapat turun di bawah 10 ribu per hari, jadi masih jauh nampaknya," ujarnya.

Positivity Rate

Berdasarkan angka kepositifan total atau positivity rate, pada 3 Juli 2021 jumlahnya sebesar 25,2 persen, sementara menurut PCR/TCM angkanya 36,7 persen.

Angka ini naik pada 1 Agustus, menjadi 27,3 persen dan 52,8 persen berdasarkan PCR/TCM.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengambil angka kepositifan di bawah 5 persen untuk menyatakan situasi sudah terkendali.

Melihat kondisi di Indonesia, menurut Tjandra, Indonesia masih lima kali lebih besar dari patokan aman 5 persen itu.

Jumlah Testing

Untuk testing Covid-19, pemerintah menargetkan 400.000 sehari. Namun, sampai saat ini testing baru bisa sampai 200.000-an.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, bahwa jumlah tes sudah naik secara signifikan dibandingkan dengan sebelum terjadi lonjakan.

“Ambisi kita sampai 400.000 tes sehari, tapi realitanya kita juga masih belum sampai. Tapi kita tahu tesnya sudah naik dari 50.000 menjadi lebih dari 200.000 sehari dalam waktu sebulan terakhir ini. Kita bisa tunjukkan bahwa terjadi peningkatan luar biasa dari sisi testing,” ujarnya pada konferensi pers, Senin (2/8/2021).

3 Indikator

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, bahwa pemerintah mengacu pada standar WHO yaitu:

1. Indikator laju penularan (kasus konfirmasi, perawatan di RS, kematian);

2.Indikator respons kesehatan (testing - positivity rate, tracing - kontak erat pada kasus konfirmasi, dan treatment - BOR);

3.Indikator sosio-ekonomi masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PPKM Darurat
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top