Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petugas Kebersihan di Rusun Nagrak Terima Donasi Kantong Limbah Medis dan APD

Salah satu wilayah yang menghasilkan limbah medis dan sampah infeksius adalah Rumah Rusun (Rusun) Nagrak, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 24 Juli 2021  |  19:18 WIB
Petugas Kebersihan di Rusun Nagrak Terima Donasi  Kantong Limbah Medis dan APD
Rusun nagrak
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Di era pandemi COVID-19 ini, petugas kebersihan sangat rentan terhadap limbah medis dan sampah infeksius lainnya. Kelangkaan alat pelindung diri, menyebabkan petugas kebersihan memiliki risiko tinggi terpapar virus saat melakukan pekerjaannya.

Salah satu wilayah yang menghasilkan limbah medis dan sampah infeksius adalah Rumah Rusun (Rusun) Nagrak, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru-baru ini memfungsikan Rusun Nagrak sebagai fasilitas isolasi COVID-19 bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) di DKI Jakarta.

Untuk meningkatkan kebutuhan sarana dan prasarana dalam rangka pengelolaan limbah medis serta melindungi petugas kebersihan di Rusun Nagrak. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) mendonasikan kantong limbah medis dan Alat Pelindung DIri (APD) kepada Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta. 

Donasi yang diberikan yaitu sebanyak 116.000 lembar kantong limbah medis, 1.000 hazmat dan 1.000 masker KN95. Bahan baku pembuatan kantong limbah medis ini 100% menggunakan jenis Polyethylene (PE) hasil daur ulang.

Limbah medis dan sampah infeksius yang berasal dari isolasi mandiri ini nantinya diangkut oleh petugas kebersihan kemudian lebih lanjut akan diproses dan diolah di PLTSa Bantar Gebang untuk mengurangi dampak terpaparnya para operator yang di lapangan.

“Ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi dan dukungan terhadap penanganan dan pengendalian Pandemi COVID-19 di DKI Jakarta khususnya. Donasi kali ini kami tujukan untuk membantu petugas UPST DLH dalam menjalankan tugasnya dan agar limbah yang dibuang tidak mencemari lingkungan,” kata Edi Rivai dalam keterangan tertulis.

Kepala UPST DLH Provinsi DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan perkembangan kasus COVID-19 di DKI Jakarta hingga saat ini masih diatas 9.000 kasus/hari.  Oleh karena itu membutuhkan penanganan cepat oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dalam upaya membantu warga Jakarta mengelola limbah infeksius berasal dari warga yang melakukan isolasi mandiri di fasilitas pemerintah maupun yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apd Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top