Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Politisi: Tinjau Ulang Pembelajaran Tatap Muka, Waspadai Kasus Positif Berulang

Penyelenggaran sekolah tatap muka dapat dilakukan ketika situasi dan kondisinya sudah benar-benar memungkinkan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 Juni 2021  |  17:31 WIB
Politisi: Tinjau Ulang Pembelajaran Tatap Muka, Waspadai Kasus Positif Berulang
Ilustrasi - Virus Corona varian delta plus - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo meminta pemerintah meninjau kembali rencana untuk membuka pembelajaran tatap muka atau PTM di sekolah.

Pernyataannya itu dikeluarkan setelah pemerintah kembali melanjutkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro mulai 15 sampai 28 Juni 2021.

PPKM Mikro diterapkan lantaran tren peningkatan kasus Covid-19 pascalebaran ditandai dengan peningkatan kasus harian.

"Tentu terkait dengan rencana sekolah tatap muka, ya saya kira ini harus dipikirkan kembali. Apakah kita siap atau tidak? Jika melihat situasi seperti ini nampaknya tidak siap," kata politisi PDIP itu, Selasa, (15/6/2021).

Rahmad mengatakan memaksakan diri untuk belajar tatap muka bisa berisiko terjadinya penyebaran pandemi Corona.

Rahmad juga menyoroti peningkatan keterpakaian tempat tidur isolasi dan ICU di Rumah Sakit terutama di empat provinsi di Pulau Jawa, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Karena itulah penyelenggaran sekolah tatap muka dapat dilakukan ketika situasi dan kondisinya sudah benar-benar memungkinkan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan ledakan kasus positif Covid-19 yang berulang harus menjadi pelajaran bagi para pemangku kepentingan untuk memperbaiki upaya pengendalian Covid-19 di Tanah Air.

"Saya berharap tidak ada lagi kendala dalam menyikapi ledakan kasus positif Covid-19 yang berulang di DKI Jakarta dan sejumlah daerah lainnya," katanya dalam keterangan tertulis.

Data Pemprov DKI Jakarta menunjukkan kasus aktif di Jakarta pada Minggu (6/6) mencapai 11.500 dan pada Minggu (13/6) menjadi 17.400.

“Itu artinya dalam satu pekan terakhir kasus aktif di DKI Jakarta naik 50 persen,” ujarnya.

Angka-angka tersebut, menurut Lestari, menggambarkan kondisi ledakan kasus yang pernah dialami Provinsi DKI Jakarta dan sejumlah daerah lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 belajar tatap muka
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top