Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei Nenilai: Warga RI Paling Mengharapkan Keadilan

Pada periode 2 Juli-31 Desember 2020, Nenilai telah melakukan survei kepada 50.542 responden yang berusia minimum 15 tahun, sebagai proses identifikasi atas nilai-nilai hidup yang dianggap penting.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 11 Juni 2021  |  10:30 WIB
Patung Dewi Keadilan - Istimewa
Patung Dewi Keadilan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Tanggung jawab menjadi nilai pribadi yang paling dianggap penting, sementara keadilan menjadi yang paling diharapkan masyarakat Indonesia. Hal itu terungkap dalam survei yang dilakukan Nenilai pada 2020.

Nenilai merupakan sebuah gerakan inisiatif dari 5 penggagas Indonesia sebagai penggerak awal yang terdiri dari Bappenas, Indika Energy, Dayalima Abisatya, Pantarei dan Stoik Trisula.

Pada periode 2 Juli-31 Desember 2020, Nenilai telah melakukan survei kepada 50.542 responden yang berusia minimum 15 tahun, sebagai proses identifikasi atas nilai-nilai hidup yang dianggap penting secara individual maupun bersama secara daring.

Nenilai memiliki tujuan memonitor pemenuhan nilai, tingkat kebahagiaan, pemahaman atas diri sendiri, tingkat kematangan dan kedewasaan, serta kualitas hidup masyarakat.

Vivi Yulaswati, Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, Bappenas mengatakan temuan Nenilai Indonesia sangat penting untuk menjadi bahan pertimbangan perencanaan jangka menengah hingga panjang.

Indonesia mempunyai visi menjadi negara maju pada saat merayakan 100 tahun kemerdekaan. Rancangan strategi terkait transformasi ekonomi pun telah disusun.

“Dari survei Nenilai, kami mengetahui nilai-nilai yang dianggap penting di lapisan masyarakat. Nilai ini kami terapkan di dalam lingkungan kerja Kementerian PPN/Bappenas, industri, dan pribadi masing-masing masyarakat sehingga dapat memenuhi pembangunan nasional yang terintegrasi”, katanya dalam keterangan resmi, Kamis (10/6/2021).

Adapun, Survei Nilai Kebangsaan (Survei Nenilai) menggunakan metodologi Tujuh Jenjang Pendewasaan dari Richard Barrett yang mendasari pelaksanaan National Values Assessment (NVA) di seluruh dunia.

Metodologi yang sama telah dilakukan di sedikitnya 25 negara seperti Amerika Selatan, Eropa, Asia, Afrika dan Australia, baik dijalankan oleh pemerintah maupun sebagai gerakan independen.

Pada survei itu, setiap responden diminta untuk menjawab 10 dari sekitar 60-70 pilihan kata yang menggambarkan nilai, perilaku, prinsip hidup yang mencakup personal values yaitu 10 nilai perilaku atau prinsip hidup yang paling mencerminkan diri sendiri.

Selanjutnya, terdapat current national values yang merupakan nilai perilaku atau prinsip hidup yang hidup di bangsa Indonesia, dan desired national culture values tentang 10 nilai yang penting bagi Indonesia untuk mencapai potensi tertinggi.

Hasil survei menunjukkan, nilai pribadi yang dianggap paling penting yaitu bertanggung jawab sebanyak 51 persen, sementara untuk nilai-nilai budaya saat ini yang dianggap paling penting adalah gotong royong sebanyak 39 persen. Adapun, nilai-nilai budaya yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia adalah adil/keadilan sebanyak 69 persen.

Gesekan di Masyarakat

Meike Malaon, Director Dayalima Abisatya mengatakan, pada beberapa tahun terakhir muncul banyak gesekan di masyarakat Indonesia akibat perbedaan yang ada. Untuk itu, Dayalima berupaya menanamkan nilai budaya ini pada setiap individu di organisasi.

Adapun, Dayalima merupakan salah satu penggagas Nenilai dan sebuah perusahaan konsultan di bidang Tansformasi organisasi dan pengembangan kepemimpinan,

“Hal ini kami lakukan, karena selain bermanfaat bagi sebuah organisasi atau perusahaan, nilai-nilai ini juga bisa dibawa oleh individu untuk bersosialisasi di masyarakat sehingga terjaga keberlangsungan manusia dan lingkungan hidupnya”, katanya.

Azis Armand, Vice President Director and CEO PT Indika Energy Tbk. menambahkan Indika Energy Group sebelumnya juga melakukan inisiatif Cultural Value Assessment (CVA), yang berupaya menyelaraskan nilai-nilai pribadi dengan nilai-nilai organisasi.

“Indonesia bisa maju dan berkembang jika memiliki sumber daya yang cerdas, sehat, berkarakter kuat dengan nurani yang luhur. Untuk itu kami percaya dengan nilai-nilai perusahaan, keahlian dan kapabilitas anak bangsa yang mumpuni serta kemauan untuk beradaptasi, Indika Energy dapat terus berkembang menjadi organisasi yang berkontribusi lebih bagi Indonesia”, katanya.

Untuk tahun 2021, Nenilai akan mengampanyekan Suara Masa Depan yang merupakan gerakan untuk menampung aspirasi dan membangun optimisme masyarakat Indonesia.

Gerakan ini diharapkan mentransformasi nilai-nilai masyarakat serta mewadahi tiap harapan individu dan komunitas demi terciptanya Indonesia maju. Program-program dalam Suara Masa Depan disusun untuk mendorong terjadinya dialog serta meningkatkan pendewasaan bangsa.

“Kami yakin dengan kerja sama berbagai pihak, Nenilai mampu merangkul lebih banyak lagi berbagai lapisan masyarakat Indonesia untuk bergotong royong mengidentifikasi nilai-nilai bersama yang menyatukan kita, berdialog tentang masa depan Indonesia yang kita inginkan, dan terus menyuarakan masa depan Indonesia,” tutup Azis Armand.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bappenas indonesia keadilan
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top